Indeks
Aceh, News  

Jadi Satu-satunya Kampus Swasta Mitra BI, Rektor UIA: Ini Peluang Emas Mahasiswa

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KPwBI Lhokseumawe dengan lima kampus mitra di Ruang Theater Gedung TDC PNL
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KPwBI Lhokseumawe dengan lima kampus mitra di Ruang Theater Gedung TDC PNL, Selasa (14/4/2026). đź“·: Dok. Humas UIA

ALIANSI.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe resmi memulai Program Pendidikan Kebanksentralan Tahun 2026. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Politeknik Negeri Lhokseumawe, Selasa (14/4/2026).

Rektor Universitas Islam Aceh (UIA), Dr. Nazaruddin, M.A., mengapresiasi kepercayaan BI menjadikan UIA sebagai mitra. UIA menjadi satu-satunya kampus swasta yang menjalin kerja sama dalam program strategis tersebut.

Nazaruddin menyebut program bantuan pendidikan ini sebagai kesempatan istimewa bagi para mahasiswa. Ia berharap mahasiswa UIA mendapatkan akses peningkatan kapasitas ekonomi nasional secara setara.

“Hingga saat ini sudah masuk tahun ketiga, UIA menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang dipercaya sebagai mitra BI Lhokseumawe, kami memandang program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan ini sebagai peluang emas bagi mahasiswa kami untuk setara dalam mengakses peningkatan kapasitas dan wawasan ekonomi nasional,” ujar Nazaruddin.

Peningkatan Kuota Penerima

Selain UIA, BI Lhokseumawe juga menggandeng empat perguruan tinggi negeri lainnya di wilayah kerja mereka. Kampus tersebut adalah Universitas Malikussaleh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, UIN Sultanah Nahrasiyah, dan Universitas Samudra.

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, mengumumkan peningkatan jumlah kuota penerima beasiswa tahun ini. Jumlah penerima bertambah dari 250 orang menjadi 300 mahasiswa pada tahun 2026.

Prabu menegaskan bahwa para penerima beasiswa memikul tanggung jawab besar sebagai representasi bank sentral. Mereka harus menjadi garda terdepan dalam mendorong literasi kebanksentralan kepada masyarakat.

“Penerima bantuan pendidikan diharapkan menjadi ujung tombak dalam menyampaikan peran BI kepada masyarakat, sekaligus mendorong literasi kebanksentralan serta kolaborasi riset dengan perguruan tinggi,” ungkap Prabu.

Selanjutnya, program ini menawarkan paket pengembangan kapasitas yang lebih luas daripada sekadar bantuan finansial. Mahasiswa akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan edukasi mendalam mengenai kebijakan ekonomi.

Direktur PNL, Dr. Ir. Rizal Syahyadi, turut menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa sebagai duta institusi. Ia mendorong mahasiswa untuk memiliki wawasan global meskipun berada di tingkat lokal.

“Mahasiswa adalah brand ambassador bagi kampus sekaligus bagi Bank Indonesia. Kita boleh tinggal di lokal, tetapi harus memiliki pemikiran global,” pesan Rizal.

Sebagai penutup, kegiatan ini menghadirkan kuliah umum mengenai peran bank syariah dalam ekonomi Aceh. Acara tersebut bertujuan melahirkan generasi muda yang berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi nasional. []

Editor : EmreSumber : Ril
Exit mobile version