ALIANSI.id — Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyebut organisasi Muda Seudang sebagai tulang punggung utama Partai Aceh. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muda Seudang periode 2026-2030 di Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026).
Pria yang akrab disapa Mualem ini menekankan peran strategis generasi muda dalam membesarkan partai. Selain itu, mereka wajib menjaga muruah perjuangan rakyat Aceh di masa depan.
“Muda Seudang bukan hanya sayap partai, tapi tulang punggung Partai Aceh. Di tangan kalianlah masa depan partai ini dititipkan,” tegas Mualem di hadapan ratusan kader.
Mualem mengingatkan bahwa Partai Aceh lahir dari sejarah perjuangan panjang masyarakat Aceh. Oleh karena itu, ia meminta kader Muda Seudang terus melakukan kerja kerakyatan secara konsisten.
Para kader tidak boleh hanya aktif saat momentum politik atau pemilihan umum saja. Mereka harus hadir di tengah masyarakat setiap saat untuk membantu warga.
“Turun ke gampong-gampong, dengarkan keluhan masyarakat, bantu selesaikan persoalan mereka. Itulah ciri kader Partai Aceh,” ujar Pembina Muda Seudang tersebut.
Mualem juga berpesan agar seluruh pengurus menjaga soliditas dan kekompakan organisasi. Menurutnya, tantangan Aceh ke depan mencakup isu ekonomi, pendidikan, hingga pelestarian nilai budaya.
Kekuatan organisasi sayap ini akan sangat menentukan posisi tawar Partai Aceh secara keseluruhan. Keutuhan partai menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan daerah.
“Kalau Muda Seudang kuat, Partai Aceh kuat. Kalau Partai Aceh kuat, maka kita bisa menjaga Aceh ini dengan lebih baik,” tambah Mualem.
Mualem menutup sambutannya dengan harapan agar kepengurusan baru ini melahirkan banyak gagasan segar. Ia meminta kader tetap bersatu meski terdapat perbedaan pendapat di internal organisasi.
“Jaga nama baik partai, jaga nama baik Aceh. Kita boleh berbeda pendapat, tapi untuk Aceh kita harus satu,” tutup Mualem.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Muda Seudang, Agam Nur Muhajir, yang baru saja dilantik menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan amanah tersebut. Pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam mengawal setiap kebijakan pemerintah yang pro-rakyat.
Organisasi ini juga akan memperjuangkan aspirasi generasi muda Aceh di berbagai sektor pembangunan. Mereka memosisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah demi kemajuan Aceh. []
