ALIANSI.id — Pangkalan SMK Negeri 1 Lhokseumawe sukses menyelenggarakan Latihan Gabungan (Latgab) Pramuka bertajuk “Meuseuraya” pada Minggu (12/4/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini melibatkan partisipasi aktif ratusan anggota pramuka di lingkungan sekolah.
Empat sekolah favorit di Kota Lhokseumawe turut mengirimkan delegasi terbaik mereka dalam ajang kolaborasi ini. Peserta berasal dari SMKN 6 Lhokseumawe, SMKN 2 Lhokseumawe, SMAN 5 Lhokseumawe, dan SMAN 4 Lhokseumawe.
Pangkalan tuan rumah di bawah binaan Kwarcab Lhokseumawe berhasil memfasilitasi seluruh rangkaian acara secara terstruktur. Panitia mengemas kegiatan mulai dari penyampaian materi hingga praktik lapangan dengan tertib sesuai rencana.
Selain latihan fisik, Latgab Meuseuraya menitikberatkan pada pembinaan karakter dan peningkatan keterampilan kepramukaan peserta. Materi yang tersedia bertujuan memperkuat nilai kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa kebersamaan antaranggota.
Kehadiran para pemateri berpengalaman, termasuk Kak Mujek yang merupakan alumnus Jambore Dunia Korea Selatan, menambah keistimewaan acara. Pengalaman internasionalnya memberikan motivasi besar bagi seluruh peserta untuk mengembangkan potensi diri.
Selain itu, Pamong Saka Bahari Kak Nongki memberikan wawasan mendalam mengenai kepramukaan berbasis kelautan kepada peserta. Tokoh inspirator pramuka Lhokseumawe, Kak Rija, juga hadir memberikan warna baru dalam sesi diskusi.
Kamabigus SMK Negeri 1 Lhokseumawe, Bapak Irwan, S.Pd., M.Si., mengapresiasi tinggi kerja keras panitia dalam sambutannya. Beliau memandang kegiatan ini sebagai langkah positif untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas.
“Kegiatan Latgab Meuseuraya ini menjadi wadah yang sangat baik dalam menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Kami sangat bangga dan mengapresiasi seluruh panitia serta peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Pramuka Bapak Nazaruddin, S.Si., menilai kegiatan ini berdampak besar pada kualitas anggota. Menurutnya, praktik lapangan secara langsung sangat efektif untuk membentuk jiwa solidaritas peserta.
Sementara itu, Pradana Ambalan Risqi Auladina mengungkapkan rasa bangga atas kelancaran acara yang mempererat tali persaudaraan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali terlaksana secara rutin pada masa mendatang.
“Kegiatan ini sangat seru dan bermanfaat. Kami bisa bertemu teman-teman dari sekolah lain, belajar bersama, dan mempererat tali persaudaraan. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di masa mendatang,” katanya.
Kesuksesan acara ini berawal dari inisiasi Pembantu Pembina, Kak Saiful Bahri, yang merancang konsep kegiatan secara edukatif. Sinergi antara panitia, sekolah, dan peserta mewujudkan semangat gotong royong (meuseuraya) sepanjang kegiatan berlangsung. []
