ALIANSI.id — Islamic Relief Indonesia dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe meluncurkan Project MEMPHIS-PGA senilai Rp4,71 miliar pada Rabu (15/4/2026). Program ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui metode Graduation Approach yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Penandatanganan pakta kerja sama berlangsung di Ruang Oproom Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Pemerintah daerah, lembaga zakat, dan mitra program turut menyaksikan momentum strategis tersebut.
CEO Islamic Relief Indonesia, Nanang Subana Dirja, menegaskan bahwa proyek ini merupakan investasi jangka panjang. Program tersebut fokus pada peningkatan kapasitas dan akses ekonomi masyarakat miskin secara komprehensif.
“Kami tidak hanya membantu, tetapi membangun. Pendekatan graduasi ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui intervensi yang komprehensif dari peningkatan kapasitas hingga akses ekonomi. Harapannya, lahir keluarga-keluarga yang benar-benar mandiri dan sejahtera,” ujar Nanang.
Selanjutnya, jajaran Board of Trustee, Dr. Yasin, menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga dalam pengentasan kemiskinan. Ia meyakini kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program kemanusiaan.
“Ketika lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan pengelola zakat bersatu, dampaknya akan jauh lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Yasin.
Sinergi Dana Zakat Produktif
Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Damanhur Abbas, menyatakan kesiapan lembaganya dalam mendukung implementasi program. Pihaknya akan mengoptimalkan dana zakat untuk memperkuat ekonomi para mustahik.
“Kami siap bersinergi, khususnya dalam penguatan ekonomi mustahik melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif,” jelas Damanhur.
Senada dengan hal itu, Area Coordinator Islamic Relief Indonesia Kantor Aceh, Yusrizal Puteh, merasa optimis. Ia merujuk pada keberhasilan program serupa di berbagai wilayah lain sebelumnya.
“Pendekatan ini telah terbukti mampu meningkatkan taraf hidup penerima manfaat. Kami optimistis, di Lhokseumawe pun akan memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” kata Yusrizal.
Dukungan Pemerintah Kota
Plt. Asisten I, Mirda Ikhsan, mewakili Wali Kota Sayuti Abu Bakar memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Pemerintah Kota Lhokseumawe menilai langkah tersebut selaras dengan visi pembangunan daerah.
“Ini adalah langkah konkret yang selaras dengan visi pembangunan kota. Kami berharap program ini berjalan optimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Mirda.
Sebagai informasi, total anggaran program berasal dari kontribusi Islamic Relief Indonesia sebesar Rp3,71 miliar. Sementara itu, Baitul Mal Kota Lhokseumawe menyertakan dana sebesar Rp1 miliar untuk menyukseskan gerakan tersebut. []
