Indeks
Nasional  

Buka Resepsi HARBA ke-79 PII, Wamen Komdigi Dorong Transformasi Digital Pelajar

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, secara resmi membuka resepsi Hari Bangkit (HARBA) Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-79
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, secara resmi membuka resepsi Hari Bangkit (HARBA) Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-79 di Auditorium Pusdiklat Komdigi, Jakarta Barat, Sabtu (23/5/2026). đź“·: Dok. PB PII/HO

ALIANSI.id — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) RI, Nezar Patria, membuka resepsi Hari Bangkit (HARBA) Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-79. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Komdigi, Jakarta Barat, pada Sabtu (23/5/2026).

Nezar membuka acara yang mengusung semangat transformasi digital dalam pengembangan kepemimpinan pelajar tersebut secara resmi. Panitia mengisi rangkaian peringatan milad ini dengan Simposium Pendidikan bertema sinergi pelajar Islam menuju Indonesia berdaya.

Selanjutnya, simposium tersebut menghadirkan akademisi dan tokoh pendidikan seperti Yusuf Salam, Wawan Purwanto, dan M. Adli Abdullah. Moderator Atqiya Fadhil Rahman memandu jalannya diskusi panel yang berlangsung secara khidmat tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PII Periode 2026-2028, Amsal, menegaskan pentingnya momentum ini. Amsal menyatakan bahwa organisasi hadapi disrupsi teknologi, persaingan global, serta tantangan moralitas era digital.

Oleh karena itu, PB PII mengusung tema besar “PII Bangkit untuk Indonesia Maju” sebagai respons tantangan zaman. Amsal memaparkan tiga komitmen ideologis dan praktis untuk seluruh kader organisasi.

Tiga Komitmen Intelektual

Pertama, PII berkomitmen mencetak intelektual Muslim progresif yang cakap secara akademik dan memiliki kedalaman spiritual. Organisasi mendorong kader menguasai sains, teknologi, dan ekonomi tanpa kehilangan identitas keislaman.

Kedua, PB PII menginstruksikan kader untuk menguasai inovasi teknologi dan menghindari gagap digital. Kader harus memimpin digitalisasi dakwah, literasi finansial, dan penguatan ekonomi kreatif di kalangan pelajar.

Ketiga, PII berkomitmen menyiapkan kader sebagai calon pemimpin bangsa yang jujur dan berintegritas. Kepemimpinan nasional tersebut bertujuan membawa Indonesia menjadi pemain utama dunia menuju Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, Ketua Umum PB PII mengajak seluruh elemen organisasi untuk merapatkan barisan. Amsal meminta seluruh pengurus dari tingkat pusat hingga komisariat menjaga persatuan.

“Jangan biarkan perbedaan teknis melemahkan gerak kita. Ingatlah bahwa kekuatan PII terletak pada keikhlasan dalam berkhidmat. Mari kita jadikan peringatan ke-79 tahun ini sebagai batu loncatan,” ujar Amsal.

Kemudian, ia juga menambahkan bahwa PII harus terus relevan dan menjawab keresahan para pelajar. Organisasi ini juga harus menjadi pelopor moderasi beragama bagi semesta alam.

“Indonesia yang maju adalah Indonesia yang pelajarnya berakhlak mulia dan berwawasan luas. Dan PII ada di sini untuk mewujudkan itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, sejumlah pelajar berbagai daerah dan pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung menghadiri acara tersebut. Panitia menyelenggarakan prosesi pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas milad organisasi.

Terakhir, panitia menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemateri simposium pendidikan tersebut. Seluruh peserta melakukan sesi foto bersama di Auditorium Kantor Pusdiklat Komdigi sebagai penutup acara. []

Editor : RedaksiSumber : Ril
Exit mobile version