Indeks

Sangerday Fest 2026 Gelar Praacara Gratis di Museum Tsunami Aceh

Perhelatan kebudayaan tahunan Sangerday Fest 2026 siap menggelar rangkaian praacara di Aula dan Pelataran Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh
Perhelatan kebudayaan tahunan Sangerday Fest 2026 siap menggelar rangkaian praacara di Aula dan Pelataran Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, pada 11–12 September 2026. 📷: Dok. sangerdayfest.com

ALIANSI.id — Perhelatan kebudayaan tahunan Sangerday Fest 2026 akan menggelar rangkaian kegiatan praacara di Aula dan Pelataran Museum Tsunami Banda Aceh pada 11–12 September 2026 mendatang.

Agenda ini berfungsi sebagai panggung pembuka (curtain raiser) menuju puncak peringatan Hari Sanger (Sanger Day) yang jatuh pada setiap tanggal 12 Oktober sejak pertama kali dirayakan pada tahun 2014 silam.

Penyelenggaraan Sangerday Fest 2026 berhasil lolos seleksi sebagai penerima Program Dana Hibah Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025.

Fasilitasi institusional ini disalurkan melalui sinergi Dana Indonesiaraya—yang dikelola bersama oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)—sebagai bentuk dukungan negara terhadap pemajuan kebudayaan lokal serta akselerasi ekonomi kreatif di Aceh.

Secara sosiokultural, kopi sanger merepresentasikan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial melalui konsep “Sama-Sama Ngerti”, sebuah norma interaksi sosial yang lahir pada era 1990-an antara kalangan mahasiswa dan pelaku usaha warung kopi lokal.

Gagasan perayaan ini pertama kali diinisiasi oleh Komunitas @iloveaceh bersama Fahmi Yunus pada tahun 2013, kemudian dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendorong komersialisasi produk turunan kopi sebagai ikon ekonomi kreatif Aceh.

“Pemilihan Museum Tsunami Banda Aceh sebagai lokasi kegiatan bertujuan mengoptimalkan fungsi monumen sejarah menjadi ruang ketiga (third space) yang dinamis, memadukan memori kolektif resiliensi bencana dengan ekspresi kebudayaan urban generasi muda,” sebut Nasrul selaku panitia penyelenggara.

Selama dua hari, rangkaian acara menghadirkan beragam agenda interaktif, mulai dari lokakarya (workshop), pameran pasar kreatif (creative market expo), pertunjukan budaya urban (urban culture performance), hingga seni mural yang semuanya mengusung tema budaya kopi dan ruang publik.

Pada hari pembukaan, tambah Nasrul, panitia akan menampilkan pertunjukan musik etnik dan pentas seni budaya di panggung utama.

“Panitia penyelenggara membuka seluruh rangkaian kegiatan praacara ini untuk masyarakat umum, wisatawan, dan komunitas kreatif tanpa dipungut biaya sebagai upaya mewujudkan panggung kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. []

Editor : RedaksiSumber : Ril
Exit mobile version