ALIANSI.id — Tim Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Universitas Islam Aceh (UIA) pada Selasa, 15 September 2026.
Kunjungan tim Kemenag ini bertujuan untuk memastikan akselerasi pemulihan fasilitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang terdampak musibah hidrometeorologi dan banjir pada November 2025 lalu.
Menyikapi kunjungan tersebut, Rektor UIA, Dr. Nazaruddin, M.A., memaparkan agenda utama rombongan kementerian di lingkungan kampus Paya Lipah.
“Peninjauan lapangan yang dipimpin Kasubtim Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan PTKIS Effi Widayati bersama tim teknis memantau langsung progres rekonstruksi fisik komplek kampus,” jelas Nazaruddin.
Selanjutnya, tim teknis memfokuskan pemeriksaan pada sejumlah fasilitas vital di lantai dasar yang sebelumnya sempat lumpuh akibat luapan banjir. Mereka meninjau langsung kondisi ruang perkuliahan, laboratorium komputer, perpustakaan, rumah ibadah, hingga sarana sanitasi kampus.
Tidak hanya UIA yang mendapat perhatian kementerian, Nazaruddin juga menyinggung cakupan program pemulihan ini secara lebih luas di Provinsi Aceh.
“UIA merupakan satu dari sembilan PTKIS di bawah koordinasi Kopertais Wilayah V Aceh yang menerima alokasi bantuan pemulihan sarpras Tahun Anggaran 2026,” tambahnya.
Kemenag turut mendaftarkan delapan institusi pendidikan lainnya ke dalam skema bantuan pemulihan ini. Delapan perguruan tinggi tersebut meliputi Universitas Islam Al-Aziziyah Samalanga, STAI Aceh Tamiang, STIS Ummul Ayman Pidie Jaya, STAI Nurul Arafah Aceh Utara, STIT Saman Al-Hasan, STIS Dayah Amal Aceh Timur, STAI Jami’atut Tarbiyah, dan STIS Syamsudduha Aceh.
Sementara itu, pemerintah pusat rupanya tidak sekadar memberikan bantuan perbaikan fisik bangunan. Wakil Rektor Bidang Sarana dan Prasarana UIA, Edi Mizwar, M.Pd., mengungkapkan adanya dukungan tambahan bagi para mahasiswa.
“Selain dukungan infrastruktur, Kemenag RI turut mengalokasikan program bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana di sembilan PTKIS tersebut,” ungkap Edi.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa pihak kampus tengah mengawal ketat proses penyaluran dana pendidikan tersebut.
“Seluruh skema skematik bantuan keuangan mahasiswa saat ini sedang memasuki tahapan verifikasi data guna menjamin ketepatan sasaran penyaluran,” pungkasnya. []
