Indeks

LDK FORSIA UIA Bangun Kolaborasi Strategis Melalui Agenda Pelantikan UKM Unimal

Pimpinan LDK FORSIA UIA menghadiri pelantikan serentak pengurus 15 UKM Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026–2027 oleh Rektor Unimal di Auditorium Kampus, Lhokseumawe
Pimpinan LDK FORSIA UIA menghadiri pelantikan serentak pengurus 15 UKM Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026–2027 oleh Rektor Unimal di Auditorium Kampus, Lhokseumawe, Selasa (23/6/2026). Langkah ini dilakukan guna memperkuat jaringan kolaborasi strategis mahasiswa lintas kampus di Aceh. 📷: Dok. LDK FORSIA

ALIANSI.id — Pimpinan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) FORSIA Universitas Islam Aceh (UIA) membangun kolaborasi strategis lintas kampus di Aceh. Langkah tersebut diwujudkan dengan menghadiri pelantikan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026–2027.

Amir Mahabbi dan Amirah Rahmatul Idami, selaku pimpinan LDK FORSIA UIA, menghadiri langsung acara tersebut. Rektor Unimal melantik pengurus dari 15 UKM di Auditorium Unimal, Lhokseumawe, pada Selasa (23/6/2026).

Selain melantik pengurus baru, Rektor Unimal, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, S.T., M.T., juga memberikan arahan penting. Beliau menyatakan bahwa UKM memegang peran krusial dalam membentuk karakter, kepemimpinan, bakat, minat, dan pengabdian mahasiswa.

Sejalan dengan arahan rektor, LDK FORSIA UIA memberikan dukungan penuh atas pelantikan fungsionaris baru tersebut. Mereka berharap para pengurus baru dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan integritas serta memberikan kontribusi nyata.

Di samping memberikan dukungan, pimpinan LDK FORSIA UIA menilai momentum ini memiliki nilai taktis yang besar. Kehadiran mereka bertujuan untuk memperkuat simpul komunikasi dan sinergi antarlembaga kemahasiswaan pada tingkat regional.

Terkait hal tersebut, Amir Mahabbi menegaskan pentingnya keterlibatan aktif ini secara langsung. “Kehadiran kami dalam pelantikan pengurus UKM Universitas Malikussaleh bukan sekadar formalitas untuk memenuhi undangan seremonial, melainkan sebuah langkah taktis untuk memperkuat simpul komunikasi dan sinergi antarlembaga kemahasiswaan di tingkat regional Aceh,” sebut Mahabbi.

Lebih lanjut, Mahabbi menjelaskan tantangan gerakan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan zaman yang serba cepat. Menurutnya, lembaga dakwah kampus tidak boleh lagi bergerak sendiri dalam ruang yang terisolasi.

Oleh karena itu, mahasiswa memerlukan optimalisasi interaksi dan pertukaran gagasan yang lebih inklusif. Kolaborasi ini harus melibatkan pengurus organisasi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Aceh.

Sebagai penutup, pimpinan LDK FORSIA UIA menegaskan komitmen kerja sama untuk melahirkan inovasi gerakan yang berdampak luas.

“Kami percaya bahwa kolaborasi lintas kampus adalah kunci untuk melahirkan inovasi gerakan mahasiswa yang berdampak lebih luas bagi masyarakat. Melalui sinergi yang terbangun sejak dini, LDK FORSIA UIA bersama elemen mahasiswa lainnya berkomitmen untuk mengintegrasikan potensi intelektual dan spiritual demi menjawab tantangan zaman,” tambahnya. []

Editor : RedaksiSumber : Ril
Exit mobile version