ALIANSI.id — Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe melepas 188 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tahun 2026 di Halaman Upacara Biro Rektorat kampus setempat, pada Kamis (23/7/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat literasi digital serta mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Guna merealisasikan misi tersebut, pihak kampus mengusung beragam tema pengabdian yang berfokus pada literasi digital, ekoteologi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN SUNA, Dr. Taufiq, M.A., menyampaikan bahwa para peserta akan menjalankan masa pengabdian mulai 24 Juli hingga 22 Agustus 2026.
Selanjutnya, Dr. Taufiq menjelaskan bahwa pihaknya menyebar ratusan mahasiswa tersebut ke 19 desa yang tersebar di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
“Sebanyak 188 mahasiswa akan ditempatkan di 19 desa, di antaranya 1 desa di Kabupaten Pidie, 3 desa di Kabupaten Bireuen, 7 desa di Kabupaten Aceh Utara, 1 desa di Kota Lhokseumawe, 1 desa di Kabupaten Bener Meriah, 3 desa di Kabupaten Aceh Tengah, dan 3 desa di Kabupaten Karo, Sumatra Utara,” ujarnya.
Melalui program ini, Dr. Taufiq berharap para mahasiswa dapat menerapkan ilmu akademik mereka secara langsung di lapangan demi mendorong kemajuan masyarakat desa.
“Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan masyarakat desa sekaligus menjadi sarana implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan,” pintanya.
Untuk meresmikan kegiatan pengabdian tersebut, Wakil Rektor I UIN SUNA, Dr. Iskandar, M.S.I., bersama Wakil Rektor II, Dr. Said Alwi, M.A., menandai prosesi pelepasan melalui penyematan jas almamater secara simbolis kepada perwakilan peserta KPM.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Iskandar menuturkan bahwa KPM menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi positif dan berdampak langsung di tengah masyarakat.
“KPM ini adalah ruang pengabdian yang sesungguhnya. Mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan dampak nyata, terutama membawa misi membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, serta mengenalkan kampus kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Di samping itu, Dr. Iskandar juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga norma, etika, dan integritas kampus selama berada di lokasi pengabdian.
“Saya berharap seluruh mahasiswa menjaga etika, akhlak, dan melaksanakan pengabdian dengan penuh tanggung jawab sehingga kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya. []
