ALIANSI.id — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 memborong sejumlah penghargaan dalam ajang Community Involvement & Development Upstream Award (CID UA) 2026. Keberhasilan menyabet gelar tertinggi sebagai Best of the Best CID UA 2026 tersebut membuktikan konsistensi perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan di sekitar area operasi.
Direktur SDM dan Layanan Korporat PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Eri Sulistyo Sutikno, menyerahkan langsung trofi penghargaan tersebut di Jakarta pada Jumat (14/8/2026).
Dalam ajang tahunan ini, PHR Regional 1 menunjukkan dominasinya dengan mengirimkan 108 pendaftar atau mencakup 45,8 persen dari total 236 peserta yang berkompetisi di seluruh lingkungan upstream Pertamina.
Keberhasilan PHR Regional 1 memborong penghargaan ini ditopang oleh kemenangan di berbagai kategori utama. Pada bidang kesehatan, Zona 1 meraih penghargaan Gold melalui program GEMAR SEHAT yang berjalan di wilayah PHE Jambi Merang.
Sementara itu, Zona 4 menyabet penghargaan Gold bidang ekonomi lewat pengembangan Rumah Kreatif Boek Khaman oleh PEP Limau Field. Dari Zona Rokan, Senior Manager Production SL North Kukuh Kertasafari memenangkan kategori baru, Best Social License to Operate.
Tidak berhenti di situ, PHR Regional 1 juga memborong seluruh penghargaan pada kategori Social Media Campaign. Perusahaan melengkapi deretan prestasinya dengan meraih penghargaan Bronze pada kategori Desa Energi Berdikari, Silver pada kategori CID Partner, Bronze pada kategori Local Hero, serta penghargaan Best Leadership yang diraih oleh Manager CID PHR Regional 1 Iwan Ridwan Faizal.
Corporate Secretary PHR Eviyanti Rofraida menegaskan bahwa raihan ini menjadi wujud apresiasi atas kerja keras perusahaan bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan di setiap wilayah operasi. Terpenting, program benar-benar memberikan manfaat, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan mampu menciptakan kemandirian secara berkelanjutan,” tegas Eviyanti dalam keterangan media, Jumat (21/8).
Keberhasilan program-program PHR Regional 1 memang berakar pada pemenuhan kebutuhan lokal. Program GEMAR SEHAT di Zona 1, misalnya, sukses memperkuat kapasitas kader Posyandu serta menjangkau 630 penerima manfaat di Musi Banyuasin dan Muaro Jambi.
Di sektor ekonomi, program Rumah Kreatif Boek Khaman di Zona 4 berhasil menggerakkan potensi lokal seperti batik dan bambu, sehingga mengerek pendapatan masyarakat Desa Lubuk Raman hingga 37 persen.
Melalui payung Gerakan Masyarakat Aktif (GEMA), PHR Regional 1 secara agresif memperkuat Social License to Operate di Sumatra. Sepanjang 2025, perusahaan mengeksekusi 327 program di 31 kabupaten pada lima provinsi dengan menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat.
Inisiatif berkelanjutan ini terbukti menaikkan pendapatan mitra binaan hingga Rp7 miliar, mendaur ulang lebih dari 1 ton sampah, menanam lebih dari 89 ribu tanaman, serta memangkas emisi karbon sebesar 919 ton CO2eq per tahun.
Selain berfokus pada lingkungan dan ekonomi, PHR Regional 1 juga mendorong kesejahteraan sosial dengan menggelar 104 pelatihan sertifikasi vokasi, memberdayakan 187 penyandang disabilitas, dan menciptakan 256 lapangan kerja baru. Pengukuran dampak melalui survei daring pada 3 Juni 2026 mencatat hasil positif, di mana 88 persen responden merasakan manfaat nyata program dan lebih dari 90 persen masyarakat menyatakan siap mendukung keberlanjutan operasional PHR di wilayah mereka. []
