ALIANSI.id — Sebanyak 120 anak berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang memamerkan bakat mereka dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bersama Pertamina EP Rantau Field. Anak-anak beserta orang tua mereka antusias menampilkan berbagai kreativitas, mulai dari pertunjukan seni, peragaan busana (fashion show), hingga unjuk suara, pada Kamis (30/7/2026).
Acara berfokus pada ruang ekspresi inklusif ini mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depannya”. Ratusan siswa SLBN dari tingkat SD, SMP, hingga SMA bersama 70 tenaga pendidik berpartisipasi aktif mengisi serangkaian acara. Para tamu undangan dan pemangku kepentingan yang hadir sangat menikmati beragam suguhan kreatif dari para siswa tersebut.
Salah satu aksi yang paling memukau hadirin terjadi pada penghujung acara. Sayed Rahmad Tuikram, seorang anak berkebutuhan khusus penyandang tunanetra, menyanyikan sejumlah lagu yang mengundang decak kagum. Lantunan lagu “Ayah” oleh Sayed bahkan membuat tidak sedikit tamu undangan menyeka air mata.
Sayed, yang telah menjadi anak yatim sejak berusia enam tahun karena ayahnya meninggal dunia akibat penyakit kelenjar getah bening, membagikan bakat vokalnya yang luar biasa. Lingkungan belajar yang inklusif, kolaboratif, dan ramah anak di SLBN Pembina Aceh Tamiang sebelumnya telah mengantarkan Sayed meraih Juara 1 kategori vokal solo pria pada ajang FLS2N tingkat Provinsi Aceh.
Sebelum pertunjukan bakat dimulai, puluhan anak berkebutuhan khusus berbaris rapi menyambut kedatangan Field Manager (FM) Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, serta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK dan TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir. Para siswa tampak antusias menyalami para tamu, yang kemudian melanjutkan kegiatan dengan senam ceria dan lomba mewarnai.
Dalam kesempatan tersebut, Tomi mengawali interaksinya dengan anak-anak menggunakan bahasa isyarat yang sengaja ia pelajari sebelum acara berlangsung. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung hak-hak anak dan penyediaan fasilitas pendidikan yang setara.
“Setiap anak adalah lentera bagi kehidupan dan bangsa ini. Setiap anak berharga untuk meraih masa depannya. Tugas kita bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan yang inklusif, kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan.
Tomi menambahkan bahwa Pertamina EP Rantau Field berkomitmen melaksanakan program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Selama beberapa tahun terakhir, Pertamina EP Rantau telah menjalankan berbagai program di SLBN Pembina Aceh Tamiang guna menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi anak-anak.
“Program-program yang kita jalankan bersama SLBN berkaitan dengan penyediaan lingkungan yang aman dan ramah anak, serta penguatan kapasitas guru, seperti program kelas berdaya. Program-program ini merupakan wujud keberpihakan terhadap anak berkebutuhan khusus agar mereka tetap memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi dan mengembangkan potensinya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Aceh, Marlina Muzakir, mengapresiasi tinggi unjuk bakat dan kreativitas para siswa. Ia turut membagikan kisah hidupnya dalam merawat dan membesarkan anak berkebutuhan khusus.
“Tidak berbeda dengan ibu-ibu sekalian, Allah menitipkan seorang anak berkebutuhan khusus kepada saya. Beliau telah almarhum pada usia 23 tahun. Saya sangat memahami kondisi ibu-ibu semua karena saya juga menjadi guru bagi anak saya di rumah,” ungkapnya.
Marlina mengingat kembali bahwa pada masa konflik di Aceh dahulu belum terdapat SLBN, berbeda dengan kondisi saat ini yang mana SLBN telah tersedia di berbagai kabupaten. Ia mendukung pendirian SLBN di lebih banyak tempat agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan bakatnya.
“Saya bahagia dapat merayakan Hari Anak Nasional di SLBN Pembina Aceh Tamiang. Seharusnya saya memperingati Hari Anak di Banda Aceh, tetapi saya memilih hadir di sini sesuai janji saya untuk kembali ke sekolah ini. Saya sangat senang melihat anak-anak tampil menunjukkan kreativitas mereka,” tuturnya. []
