Indeks
Aceh Tengah, News  

Nestapa Warga Kala Segi Aceh Tengah, Menanti Pompa Air dan Beras Pascabanjir Bandang

Kondisi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Sabtu (11/7/2026). Tujuh bulan pascabencana, pembangunan huntara tampak terbengkalai dan akses jalan desa masih tertutup material sisa banjir.
Kondisi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir bandang di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah, Sabtu (11/7/2026). Tujuh bulan pascabencana, pembangunan huntara tampak terbengkalai dan akses jalan desa masih tertutup material sisa banjir. đź“·: Dok. LPMH/Dzikrillah Dzakwan Missyal

ALIANSI.id — Sebanyak 170 kepala keluarga di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, masih menjalani kehidupan yang memprihatinkan pascabanjir bandang pada November 2025. Warga desa setempat hingga kini terus menanti uluran bantuan kebutuhan pokok dari pemerintah yang telah lama terhenti.

Kondisi ini terungkap berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan pada Sabtu (11/7/2026). Sejumlah ruas jalan desa masih tertutup material batu dan tanah sisa banjir, sementara pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga terlihat telantar begitu saja.

Sejalan dengan kondisi infrastruktur yang lumpuh, masyarakat setempat juga harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan pokok harian mereka. Hal tersebut terjadi lantaran pihak pemerintah daerah belum kunjung mengirimkan kembali bantuan logistik ke kawasan tersebut.

Salah seorang warga Desa Kala Segi, Jamaluddin, membeberkan kepasrahan yang saat ini tengah membayangi kehidupan bertetangga di desanya. Beliau menegaskan bahwa warga sangat membutuhkan uluran tangan yang nyata dari pemangku kebijakan.

“Sampai sekarang kami masih membutuhkan bantuan. Dari pemerintah juga tidak pernah datang lagi bantuan,” ujar Jamaluddin.

Lebih lanjut, Jamaluddin merincikan jenis bantuan mendesak yang dapat menyelamatkan aktivitas harian warga saat ini. Bantuan tersebut meliputi pompa air, pasokan beras, selang air, serta kelanjutan proyek pembangunan huntara agar mereka bisa segera tinggal di tempat yang layak.

Melalui sisa-sisa harapan yang ada, ratusan kepala keluarga di desa ini sangat mendambakan kehadiran kembali pemerintah di tengah-tengah mereka. Warga berharap pihak terkait segera menuntaskan proses pemulihan pascabencana agar roda kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan dengan normal. []

Penulis : Annisatul MaidaEditor : Redaksi
Exit mobile version