Indeks
Aceh Utara, News  

Wujud Komitmen Inklusif Pascabencana, 101 Penyandang Disabilitas di Aceh Utara Terima Bantuan Alat Bantu

Sinergi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, CBM Global, dan YAKKUM Emergency Unit (YEU) dalam penyaluran alat bantu mobilitas bagi warga disabilitas di Kecamatan Baktiya
Sinergi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, CBM Global, dan YAKKUM Emergency Unit (YEU) dalam penyaluran alat bantu mobilitas bagi warga disabilitas di Kecamatan Baktiya (7/5/2026). đź“·: Dok. YEU/HO

ALIANSI.id — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Sosial P3A) memperkuat komitmen pemulihan inklusif pascabencana dengan menyalurkan alat bantu kepada 101 penyandang disabilitas di Desa Glumpang Samlakoe, Kecamatan Baktiya, Kamis (7/5/2026).

Bekerja sama dengan CBM Global Disability Inclusion dan YAKKUM Emergency Unit (YEU), distribusi ini merupakan bagian dari rangkaian respons kemanusiaan atas bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak Desember 2025. Bantuan yang diberikan meliputi kursi roda, tongkat adaptif, alat bantu jalan, alat bantu dengar, kacamata, hingga perangkat pendukung mobilitas lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan individu masing-masing penerima.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial P3A Kabupaten Aceh Utara, Mansur, S.E., menegaskan bahwa kelompok disabilitas harus menjadi prioritas utama dalam skema pemulihan sosial pascabencana.

“Penyandang disabilitas merupakan kelompok yang memiliki kebutuhan spesifik dalam situasi bencana. Karena itu, dukungan alat bantu dan bantuan sosial yang tepat sasaran menjadi sangat penting untuk membantu mereka kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri dan produktif,” ungkap Mansur.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar penyerahan fisik alat bantu. Para penerima manfaat beserta kader kesehatan desa juga dibekali edukasi mengenai cara pemasangan, penggunaan, serta perawatan alat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Apresiasi senada disampaikan oleh perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Mulyadi. Ia menilai sinergi multipihak ini merupakan langkah nyata dalam menjangkau kelompok rentan yang seringkali terhambat aksesnya saat terjadi bencana.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara pemerintah daerah, CBM-G, dan YEU dalam mendukung masyarakat terdampak bencana, khususnya penyandang disabilitas. Pendekatan inklusif seperti ini sangat penting agar proses pemulihan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Mulyadi.

Salah satu penerima manfaat, Chaulah (71), menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya untuk menunjang aktivitas ibadah dan mobilitas harian.

“Alhamdulillah sudah bisa beribadah dengan lancar, sangat terbantu, terima kasih bantuannya,” ucap Chaulah singkat di sela-sela kegiatan.

Secara kumulatif, program respons kemanusiaan inklusif ini telah menjangkau 1.404 jiwa melalui layanan kesehatan di Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Baktiya. Selain alat bantu, konsorsium ini juga telah menyalurkan bantuan nontunai kepada 1.298 kepala keluarga serta bantuan tambahan khusus bagi ratusan penyandang disabilitas di enam desa terdampak.

Kehadiran organisasi penyandang disabilitas seperti HWDI, PPDI, dan Pertuni dalam kegiatan ini turut memberikan penguatan moril bagi para penerima manfaat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan hambatan aktivitas sehari-hari bagi penyandang disabilitas dapat berkurang, sehingga mereka dapat kembali berdaya dan mandiri di tengah proses pemulihan pascabencana. []

Editor : AbeSumber : Ril
Exit mobile version