Indeks
Aceh Utara, News  

Gandeng PHE NSO dan LPLHa, Kelompok KENDURI Tebar 700 Bibit Kepiting di Pesisir Aceh Utara

Kelompok KENDURI bersama perwakilan PHE NSO, LPLHa, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan penebaran bibit kepiting serta penanaman mangrove di pesisir Gampong Teupin Kuyun, Seunuddon
Kelompok KENDURI bersama perwakilan PHE NSO, LPLHa, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan penebaran bibit kepiting serta penanaman mangrove di pesisir Gampong Teupin Kuyun, Seunuddon, Selasa (12/5/2026). đź“·: Dok. LPLHa

ALIANSI.id — Kelompok Kepiting Desa Unggul dan Reboisasi (KENDURI) Gampong Teupin Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, melaksanakan kegiatan penebaran 700 bibit kepiting dan penanaman 300 batang mangrove di kawasan pesisir setempat pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO) dan Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan HAM Aceh (LPLHa) sebagai upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat melalui budidaya berkelanjutan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kabag Administrasi Pemerintahan (Adpem) Setdakab Aceh Utara, Samsul Rizal, Geuchik Teupin Kuyun, perangkat gampong, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari PHE NSO dan LPLHa.

Dalam sambutannya, Samsul Rizal menyampaikan apresiasi atas inisiasi kelompok KENDURI dalam menjaga ekosistem pesisir. Ia menekankan bahwa konsistensi kelompok adalah kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kelompok harus tetap konsisten dalam membudidayakan kepiting agar kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ketua Kelompok KENDURI, Arsyadi, menjelaskan bahwa penebaran bibit kepiting ini dilakukan bersamaan dengan penanaman mangrove karena keduanya merupakan satu kesatuan ekosistem. Menurutnya, mangrove berfungsi sebagai habitat alami atau “rumah” bagi kepiting yang sedang dibudidayakan.

“Bibit kepiting dan pohon bakau merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, bakau ini bagaikan rumah bagi kepiting, sehingga melalui penanaman bakau ini juga akan bermanfaat bagi kami para petani kepiting,” ungkap Arsyadi.

Dukungan dari pihak swasta dan organisasi lingkungan turut mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat. Geuchik Gampong Teupin Kuyun, Bustamam, menyampaikan terima kasih kepada PT PHE NSO dan LPLHa atas bantuan yang diberikan untuk mendorong pemberdayaan warga.

“Atas bantuan ini sangat membantu dalam mendorong pemberdayaan masyarakat kami, sekaligus sebagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Bustamam.

Aksi lingkungan ini ditutup dengan penanaman secara simbolis 300 batang mangrove di area konservasi gampong, yang diharapkan dapat memperkuat struktur pantai serta menyediakan sumber daya hayati yang lebih kaya bagi nelayan dan pembudidaya kepiting di masa depan. []

Editor : RedaksiSumber : Ril
Exit mobile version