ALIANSI.id — Panitia Sangerday Fest 2026 menerbitkan buku bunga rampai internasional bertajuk “Sangerology: Menyeduh Tradisi, Menjalin Komunikasi, Merayakan Hari Sanger” untuk membawa tradisi minum sanger khas Aceh ke kancah global.
Buku ini dirancang sebagai dokumentasi sosial, budaya, dan sejarah, serta perkembangan sanger dari Aceh menuju panggung nasional hingga internasional.
Ketua Penyelenggara Sangerday Fest 2026, Nasrul, mengarahkan proyek penulisan jalur cepat (fast-track) ini mulai 2 Agustus hingga 12 September 2025. Tim menargetkan peluncuran buku pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan perayaan Sanger Day atau Hari Sanger.
Melalui proyek ini, tim tidak sekadar memandang sanger sebagai racikan kopi, susu kental manis, dan gula. Mereka melihat tradisi tersebut sebagai fenomena sosiokultural serta gaya hidup yang menyimpan sejarah, ruang komunikasi, solidaritas komunitas, diplomasi meja kopi, dan keterkaitan erat dengan perkembangan budaya lokal.
“Buku ini akan menghimpun perspektif multidisiplin dari budayawan, sejarawan, sastrawan, akademisi, peneliti, praktisi, komunitas, penikmat sanger, hingga kontributor internasional dan wisatawan,” kata Nasrul, Minggu (9/8/2026).
Materi Sangerology terbagi ke dalam lima klaster utama:
-
Klaster Heritage & Vibe: Membahas sejarah dan budaya sanger.
-
Klaster Sastra, Rasa & Kenangan: Mengangkat sanger dalam perspektif sastra.
-
Klaster Insight Akademis & Tren: Mengulas sosiologi warung kopi, ekonomi kreatif, UMKM, diplomasi publik, dan kebahasaan.
-
Klaster Gaya Hidup & Third Space: Menyoroti budaya warung kopi dan gaya hidup generasi muda.
-
Klaster Perspektif Global: Membandingkan sanger dengan kultur kopi Asia Tenggara serta potensinya dalam gastro-tourism Aceh.
Penulis menyusun naskah menggunakan gaya ilmiah populer yang naratif, komunikatif, dan relevan bagi generasi milenial serta Gen Z. Setiap kontributor menulis karya sepanjang 10–15 halaman atau sekitar 3.500–5.000 kata dalam format Microsoft Word, lengkap dengan struktur judul, identitas penulis, narasi atau pembahasan, serta sumber referensi.
Tim pengelola menjalankan tahapan kerja yang mencakup penulisan dan penyempurnaan naskah, peninjauan (review) dan penyuntingan, pembacaan koreksi (proofreading), desain serta tata letak (layout), pengurusan ISBN/ORCBN dan hak cipta, hingga pencetakan dan penerbitan buku elektronik (e-book).
Proyek ini juga melibatkan penerbit nasional anggota IKAPI serta memenuhi kelengkapan legalitas berupa ISBN, HKI, dan sertifikat bagi para kontributor.
“Peluncuran buku dijadwalkan menjadi salah satu agenda puncak Sanger Day pada 12 Oktober 2026. Pengelolaan proyek melibatkan manajer proyek (project manager), dewan redaksi/editor ahli, tim penyunting dan tata letak, serta penerbit anggota IKAPI,” jelas Nasrul.
Melalui kehadiran Sangerology, panitia berharap tradisi sanger tidak hanya terdokumentasi sebagai bagian dari budaya minum kopi Aceh, tetapi juga menjelma menjadi ruang pertukaran gagasan, narasi budaya, serta komunikasi lintas generasi dan lintas negara.
Masyarakat dan calon kontributor dapat mengirimkan naskah tulisan melalui pos-el contact.sangerdayfest@gmail.com atau laman resmi sangerdayfest.com. []
