ALIANSI.id — Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) menggelar pelatihan pengelolaan limbah di SMP Negeri 6 Lhokseumawe. Anak perusahaan Pertamina ini menggandeng Cendikia Foundation untuk menggerakkan siswa mengelola sampah secara efektif.
Melalui kegiatan aktivasi bank sampah, penyelenggara mengajak siswa membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, mereka mengenalkan potensi limbah rumah tangga bernilai ekonomis kepada para siswa.
Field Manager PHE NSO, Rizki Kushardani menjelaskan tujuan strategis dari pelaksanaan program edukasi lingkungan tersebut. “Program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas peserta didik agar lebih peduli terhadap lingkungan. Melalui program ini sekolah juga diharapkan bisa menjadi pusat edukasi lingkungan,” ujar Rizki dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Selanjutnya, puluhan siswa peserta pelatihan menerima materi pemilahan dan penerapan bank sampah dari para instruktur. Mereka juga mempelajari teknik pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai tambah.
Inisiatif program ini mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam pengelolaan sampah wilayah. Saat ini, produksi sampah organik dan anorganik di Kota Lhokseumawe mencapai 110 ton setiap hari.
Bila diakumulasikan, total produksi sampah di kota ini mencapai 3.300 hingga 3.410 ton setiap bulan. Angka penumpukan yang tinggi tersebut memerlukan penanganan serius dari pemerintah daerah setempat.
Dukungan Circular Economy
Untuk mengatasi masalah itu, Pemerintah Kota Lhokseumawe meluncurkan program Broh Jeut Keu Peng (Sampah Jadi Uang). Pemerintah juga menyediakan mesin pengolahan sampah terbarukan berbasis circular economy.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe, Zulfikar Syarif mengapresiasi kontribusi PHE NSO. Dia berharap sekolah-sekolah lain dapat segera melaksanakan kegiatan serupa.
“Program kegiatan ini sangat bagus karena menumbuhkan kesadaran kepedulian terhadap lingkungan dari sekolah. Saya mendukung program pengembangan bank sampah di sekolah,” katanya.
Zulfikar menegaskan bahwa sekolah harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan karakter peduli lingkungan. Oleh karena itu, ia siap bekerja sama memperluas jaringan bank sampah sekolah.
Sebagai informasi, program ini melibatkan kolaborasi multipihak dari berbagai instansi terkait di Lhokseumawe. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kecamatan Muara Satu, dan Keuchik Batuphat Timur menyukseskan kegiatan ini. []
