ALIANSI.id — Kebijakan PT Pema Global Energi (PGE) dalam menyalurkan bantuan hewan ternak menjelang puasa Ramadan (Meugang) memicu reaksi keras dari tokoh pemuda setempat. Pembagian 10 ekor sapi untuk daging Meugang tersebut dinilai tidak tepat sasaran lantaran mengabaikan masyarakat di wilayah operasional perusahaan atau Ring-I.
Protes tersebut disampaikan oleh Ketua PAC Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Matangkuli, Zulfadhli. Ia menyayangkan langkah manajemen PT PGE yang tidak memprioritaskan warga di zona terdekat operasional perusahaan, meliputi Kecamatan Syamtalira Aron, Nibong, Tanah Luas, dan Matangkuli.
Menurut Adel, sapaan akrabnya, kebijakan tahun ini mengalami kemunduran dibandingkan tahun lalu, di mana masyarakat kurang mampu di desa-desa Ring-I mendapatkan alokasi bantuan daging Meugang secara merata. Ia menegaskan bahwa manajemen PT PGE perlu meninjau ulang keputusan tersebut.
“Padahal kondisi Meugang tahun ini sebenarnya pihak perusahaan harus lebih peduli lagi kepada masyarakat Ring-I karena masyarakat Ring-I ini termasuk masyarakat yang terkena dampak banjir, yang ekonominya porak-poranda. Bahkan kondisi perkebunan dan pertanian gagal panen. Sebenarnya, untuk tahun ini, jangankan Ring-I, Ring-II pun harus dibagikan,” tegas Adel dalam keterangan media, Rabu (18/2).
Lebih lanjut, ia membandingkan pola pemberdayaan PT PGE dengan perusahaan di daerah lain yang umumnya menjadikan desa sekitar sebagai desa binaan. Menurutnya, kondisi di Aceh Utara justru menunjukkan kesan ketidakpedulian perusahaan terhadap lingkungan sosialnya.
“Di daerah lain, desa-desa di seputaran perusahaan itu dijadikan desa binaan, sedangkan di sini tidak. Aneh memang,” katanya.
Pihaknya berharap perusahaan dapat lebih transparan dan bijaksana dalam mengelola dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) agar keberadaan perusahaan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Ia bahkan melontarkan kritik tajam bahwa apabila kehadiran PGE tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal, maka keberadaannya perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“Apabila kehadiran PGE tidak menguntungkan masyarakat, lebih baik tutup,” pungkas Adel. []
