ALIANSI.id — Berkat konsistensinya mengembangkan budi daya melon premium berbasis smart farming, Abdul Hamid, S.Pi. menerima Anugerah Tokoh Pemuda Inspiratif Aceh Utara 2026 di bidang Inovasi dan Teknologi.Â
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, S.E., M.M., pada malam puncak sekaligus penutupan rangkaian Milad ke-800 Bumoe Samudera Pasai dan Piasan Pase, Senin, 14 September.
Abdul Hamid adalah sosok di balik Miharu Farm, sebuah usaha pertanian budi daya melon premium ala Jepang yang berlokasi di Desa Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.Â
Pertanian yang dilakukan di dalam screen house ini menerapkan sistem smart farming berbasis Internet of Things (IoT). Melalui sistem ini, pemantauan pertumbuhan, pemupukan, hingga penyiraman melon dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan telepon pintar (HP) melalui aplikasi Nido.
Setiap masa panen, Miharu Farm yang merupakan binaan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Aceh Utara ini selalu dibuka untuk umum melalui konsep agroeduwisata petik melon. Sebagian produk melon premium ini juga dipasarkan ke supermarket Suzuya.
Di luar aspek bisnis, Miharu Farm aktif membimbing generasi muda melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan memfasilitasi mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tugas akhir.
Perjalanan sukses alumnus Universitas Malikussaleh ini bermula setelah ia menyelesaikan pendidikannya pada tahun 2022. Melalui seleksi yang ketat, Abdul Hamid bersama dua pemuda Aceh lainnya terpilih mengikuti program Magang Petani Muda Indonesia ke Jepang, yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan Japan Agricultural Exchange Council (JAEC).
Selama satu tahun, ia mempelajari sektor pertanian dari hulu ke hilir di Ouchi Farm, Prefektur Fukushima, Jepang. “Dari sinilah saya semakin bersemangat untuk menjalankan usaha ketika kembali ke Tanah Air. Segala ilmu dan teknologi yang saya dapatkan, alhamdulillah dapat diaplikasikan langsung di sini,” ungkap Hamid.
Dedikasi Hamid tidak hanya diakui di tingkat daerah, tetapi juga nasional. Pada tahun 2025, berkat inovasinya, ia terpilih sebagai Young Ambassador Agriculture dari Kementerian Pertanian RI.
Pada tahun yang sama, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, ia juga dianugerahi penghargaan Pemuda Pelopor Aceh Utara. Selain berproduksi, Hamid kini kerap menjadi pemateri untuk menginspirasi generasi muda di berbagai perguruan tinggi dan organisasi tingkat daerah hingga nasional.
Atas penghargaan terbaru yang diraihnya, Hamid menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.Â
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati atas penghargaan ini. Semoga inovasi dan teknologi budidaya melon premium ini dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi generasi muda untuk bergerak di sektor pertanian demi kejayaan Aceh Utara,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Distanpan Aceh Utara, Camat Paya Bakong, Muspika, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan Mantri Tani Paya Bakong atas bimbingan dan dukungan yang terus diberikan untuk Agroeduwisata Miharu Farm.
Apresiasi tinggi datang dari Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P. Ia memuji konsistensi Hamid dalam melahirkan inovasi pertanian. Menurutnya, langkah Hamid yang membuka ruang bagi penelitian mahasiswa dan siswa PKL sangat sejalan dengan visi dan misi Pemkab Aceh Utara dalam mewujudkan kebangkitan sektor pertanian daerah.
Ucapan selamat juga disampaikan oleh Camat Paya Bakong, Mohammad Noval Andrian, S.STP., M.A.P. “Selamat dan sukses kepada Abdul Hamid atas penghargaan pada Milad ke-800 Samudera Pasai. Semoga setiap pencapaian ini menjadi titik awal untuk terus melahirkan ide-ide cemerlang bagi kejayaan Paya Bakong dan Aceh Utara,” tuturnya. []
