ALIANSI.id — Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., bertakziah ke rumah duka almarhum Pratu Galuh Nugraha di Desa Perkebunan Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (26/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan, empati, dan belasungkawa kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, anggota Polisi Militer TNI Angkatan Darat yang gugur saat membantu personel Polri dalam penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana narkotika di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/7/2026).
Kapolda dan Pangdam IM yang tiba di rumah duka disambut langsung oleh kedua orang tua almarhum, Sugeng Santoso dan Pipi Mliani, beserta keluarga besar. Keduanya menyampaikan belasungkawa secara langsung serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang sedang berduka.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan duka cita mendalam sekaligus permohonan maaf mewakili Kapolri kepada keluarga almarhum. Ia juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt. serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
“Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Irjen Ruddi.
Sebagai bentuk kepedulian, Kapolda turut menyerahkan tali asih kepada ayah almarhum sebagai wujud empati dan dukungan moril kepada keluarga.
Usai bertakziah, Kapolda bersama Pangdam berziarah ke makam almarhum Pratu Galuh Nugraha. Di pusara almarhum, keduanya memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Pada malam harinya, Kapolda yang didampingi Wakapolda, Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., bersama para pejabat utama Polda Aceh kembali hadir di rumah duka untuk mengikuti tahlilan malam pertama. Kehadiran tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut Dandim Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur, serta sejumlah pejabat TNI dan Polri yang bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., mengatakan bahwa kehadiran Kapolda Aceh bersama Pangdam Iskandar Muda merupakan wujud nyata solidaritas, kepedulian, dan penghormatan kepada almarhum serta keluarga yang ditinggalkan.
“Takziah ini bukan sekadar bentuk belasungkawa, melainkan juga penghormatan atas pengabdian almarhum dalam mendukung tugas negara. Kehadiran pimpinan TNI dan Polri menunjukkan bahwa sinergi kedua institusi tidak hanya terjalin dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada keluarga personel yang gugur,” ujar Joko.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut semakin memperkuat komitmen TNI dan Polri untuk terus menjaga soliditas, profesionalisme, serta saling mendukung dalam setiap pelaksanaan tugas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah Swt. dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” tutup Joko. []






