Bantu Korban Gempa NTT, Islamic Relief Mulai Distribusi Tahap Pertama di Manggarai

Avatar
Yayasan Relief Islami Indonesia mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap pertama bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Yayasan Relief Islami Indonesia mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap pertama bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026). 📷: Dok. YRII/HO

ALIANSI.id — Yayasan Relief Islami Indonesia (Islamic Relief Indonesia) mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap pertama bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).

Distribusi perdana ini berpusat di Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, dan menjangkau 112 rumah tangga terdampak dari empat desa, yaitu Compang Cibal, Bere, Lenda, dan Bangkara.

Penetapan penerima bantuan dilakukan setelah melalui proses asesmen, verifikasi rumah tangga, serta koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Bantuan diprioritaskan bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memiliki anggota kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil dan menyusui, serta keluarga dengan anak balita.

Secara keseluruhan, Islamic Relief Indonesia menyiapkan dukungan bagi 500 rumah tangga terdampak di Kecamatan Cibal dan Cibal Barat. Setiap rumah tangga yang terverifikasi akan menerima satu terpal, dua selimut, satu paket bahan makanan, dan satu paket kebersihan keluarga.

Baca juga :  Islamic Relief, Baitul Mal Aceh Besar dan PT SBA Kolaborasi Bangun 6 Rumah Layak Huni

Penanggung jawab respons darurat Islamic Relief Indonesia di NTT, Dzikri Insan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan menghadapi tantangan aksesibilitas karena sejumlah lokasi berada di kawasan pegunungan dan jalur utamanya terputus akibat longsor. Meski demikian, timnya tetap melakukan verifikasi langsung bersama pemerintah setempat dan organisasi Ayo Indonesia.

“Kami akhirnya dapat mencapai beberapa wilayah yang cukup terisolasi karena akses utama terdampak longsor. Bagi kami, sulitnya akses tidak boleh menjadi alasan masyarakat terdampak tertinggal dari bantuan,” ungkap Dzikri Insan dalam keterangan media, Rabu (26/8/2026).

Baca juga :  PB PII Dukung Mentan Amran Berantas Mafia Pangan

“Karena itu, kami bekerja bersama pemerintah setempat dan masyarakat untuk memastikan bantuan dapat menjangkau keluarga yang paling membutuhkan, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan memiliki anggota keluarga dengan kerentanan khusus,” sambungnya.

Dzikri juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi selama proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa seluruh bantuan ini diberikan secara gratis. Tidak boleh ada pungutan, pemotongan, maupun pengurangan jumlah bantuan dalam bentuk apa pun. Masyarakat juga memiliki hak untuk menyampaikan pertanyaan, saran, ataupun pengaduan apabila menemukan sesuatu yang tidak sesuai,” tegasnya.

Langkah respons ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah setempat. Camat Cibal Barat, Yohanes Regon, S.IP., menilai koordinasi yang terbangun membantu memastikan bantuan dapat diterima secara tepat sasaran.

Baca juga :  Wujudkan Impian Yatim dan Dhuafa, Islamic Relief Serahkan 28 Rumah Layak Huni di Lhokseumawe

“Kami menyambut baik dukungan Islamic Relief Indonesia bagi masyarakat terdampak gempa. Koordinasi sejak proses pendataan hingga distribusi sangat penting agar bantuan dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan dan tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” kata Yohanes Regon.

Gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus lalu telah berdampak luas di tujuh kabupaten di wilayah NTT. Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Yohanes Oktovianus, M.M., turut meninjau langsung penanganan darurat dan penyerahan bantuan di Kampung Tumpang Cibal untuk memastikan percepatan pemulihan masyarakat terdampak. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril