PHE NSO Edukasi Anak-Anak Kuala Cangkoi Aceh Utara Kesiapsiagaan Bencana

Avatar
Perwakilan Manajemen PHE NSO berinteraksi hangat tanpa sekat dengan anak-anak saat peresmian Rumah Edukasi Anak Tangguh di Desa Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara
Perwakilan Manajemen PHE NSO berinteraksi hangat tanpa sekat dengan anak-anak saat peresmian Rumah Edukasi Anak Tangguh di Desa Kuala Cangkoi, Lapang, Aceh Utara. Program ini diinisiasi untuk membangun ketangguhan anak dalam menghadapi bencana. 📷: Dok. PHE NSO

ALIANSI.id — PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) berkomitmen penuh meningkatkan perlindungan anak dari risiko bencana alam. Langkah nyata ini terwujud saat perusahaan menggandeng Yayasan Solidaritas Aksi Peduli (YSAP) untuk meresmikan Rumah Edukasi Anak Tangguh sekaligus meluncurkan Program Membangun Ketangguhan Anak dalam Menghadapi Bencana di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (10/7/2026).

Fokus utama dari inisiatif ini adalah memberikan pembekalan dini kepada kelompok usia anak yang selama ini menjadi pihak paling rentan saat krisis melanda. Melalui fasilitas baru tersebut, para fasilitator akan memberikan pendidikan kesiapsiagaan bencana serta penguatan keterampilan dengan pendekatan yang partisipatif dan ramah anak.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyambut baik langkah strategis ini. Asisten 1 Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Fauzan, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kehadiran Rumah Edukasi Anak Tangguh sebagai wadah kolaborasi untuk memenuhi kebutuhan ruang belajar yang aman bagi anak-anak.

Menurut Fauzan, tantangan dalam mengasuh dan melindungi anak saat ini sudah semakin kompleks. Lingkungan sekitar dan komunitas harus ikut bergerak aktif untuk membentengi mereka dari berbagai potensi ancaman, termasuk bencana alam.

Baca juga :  SKK Migas Sumbagut Sosialisasi Rencana Pengeboran Mubadala dan Harbour Energy

“Tentu saja pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Program Rumah Edukasi Anak Tangguh. Apalagi, tantangan pengasuhan anak saat ini tidak dapat hanya mengandalkan sekolah maupun tempat mengaji, tetapi memerlukan keterlibatan aktif keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar,” ujar Fauzan menekankan pentingnya sinergi multipihak.

Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan bahwa anak-anak memikul dampak paling berat ketika bencana terjadi. Mereka tidak hanya menghadapi risiko keselamatan fisik, melainkan juga rentan mengalami gangguan psikososial, menjadi korban kekerasan, serta kesulitan mengakses informasi yang tepat mengenai cara melindungi diri dan menjaga kesehatan.

“Program ini diharapkan memberikan pendidikan kepada anak mengenai kesiapsiagaan bencana, serta penguatan keterampilan melalui pendekatan yang partisipatif dan ramah anak,” tambahnya.

Sebelum meresmikan Rumah Edukasi Anak Tangguh, PHE NSO dan YSAP terlebih dahulu merangkul komponen masyarakat setempat melalui pertemuan informal di meunasah (musala) Desa Kuala Cangkoi. Sebanyak 50 orang tua/wali murid, perangkat pemerintah desa, Imam Gampong (Desa), hingga Mukim menghadiri pertemuan tersebut guna menyamakan persepsi dan menggalang dukungan penuh terhadap program pengurangan risiko bencana ini.

Baca juga :  Peringati HUT ke-80 TNI AL, PHE NSO Kolaborasi dengan Lanal Lhokseumawe Gelar Bakti Sosial

Agar dampak positif program ini meluas, pengelola tidak membatasi kepesertaan hanya untuk anak-anak Desa Kuala Cangkoi. Anak-anak dari desa tetangga, seperti Kuala Keureuto, Matang Baroh, dan Keude Lapang, turut mendapatkan kesempatan yang sama. Saat ini, sebanyak 40 anak telah terdaftar untuk mengikuti pembelajaran berkala dengan kurikulum khusus yang berlangsung dari akhir Juli hingga awal September 2026.

Sejalan dengan hal tersebut, Manager Community Involvement Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa PHE NSO akan terus mengambil peran aktif dalam program-program sosial dan pendidikan yang menyasar generasi muda. Program ini menjadi jembatan bagi anak-anak untuk memperoleh wawasan baru yang menyelamatkan.

Baca juga :  Perta Arun Gas Dukung Pengembangan Ekonomi Perempuan Pesisir Lhokseumawe Lewat Pelatihan Olahan Ikan

“Setiap anak adalah cahaya harapan bangsa. Mari kita ciptakan ruang aman dan penuh kasih untuk anak-anak tumbuh, bermimpi, dan bersinar,” tutur Iwan penuh harap.

Iwan menambahkan bahwa PHE NSO memosisikan diri sebagai mitra bagi anak-anak Indonesia dalam meraih masa depan. Oleh karena itu, perusahaan secara konsisten berinvestasi pada program edukatif dan sosial, serta mengelola bisnis hulu migas secara bertanggung jawab dengan mematuhi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai informasi, PHE NSO merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang mengoperasikan kegiatan eksplorasi dan produksi migas di lepas pantai Selat Malaka, Provinsi Aceh. Dengan basis operasi darat (onshore support) di Kota Lhokseumawe, kegiatan PHE NSO berjalan di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut). Perusahaan ini aktif menggulirkan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan tanggap bencana. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril