ALIANSI.id — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri 03 UIN Sultanah Nahrasiyah menyulap lahan kosong di Desa Cot Iboih menjadi kebun tanaman obat keluarga (Toga). Aksi nyata penataan lingkungan dan penguatan ketahanan kesehatan berbasis pekarangan ini berlangsung di Dusun Seulanga, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Langkah mahasiswa mengubah area kosong seluas 4 × 2 meter yang semula tidak terawat tersebut berfokus pada penyediaan sarana kesehatan alami yang produktif. Tim KPM menanam berbagai bibit rempah dan herbal berkhasiat, seperti jahe, kunyit, serai, dan lengkuas. Tidak hanya itu, mahasiswa juga menambahkan beberapa jenis bibit sayuran untuk mengakomodasi kebutuhan ibu-ibu warga setempat.
Selama proses pengerjaan, mahasiswa KPM Mandiri 03 menggalang gotong royong bersama warga dan berkolaborasi erat dengan kepala Dusun Seulanga. Sinergi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan pekarangan rumah sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya tanaman herbal sebagai pertolongan pertama kesehatan keluarga.
Kepala Dusun Seulanga, Baharuddin, menyambut hangat keikutsertaan mahasiswa dalam membenahi wilayahnya.
“Lahan kosong ini akhirnya bermanfaat. Saya sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang berkolaborasi dengan kami. Ke depan, warga Dusun Seulanga tidak perlu jauh-jauh membeli obat, cukup ke kebun toga ini,” ujarnya di lokasi kegiatan, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menanggapi hal tersebut, ketua KPM Mandiri 03, M. Dimas Aditya, menegaskan bahwa kehadiran kebun ini dirancang sebagai percontohan jangka panjang bagi warga sekitar.
“Program ini kami rancang bukan hanya untuk sekali tanam, melainkan untuk menjadi percontohan bagi masyarakat. Dengan lahan terbatas seluas 4 × 2 meter pun, kami buktikan bahwa ketahanan kesehatan keluarga dapat dimulai dari pekarangan rumah,” ucapnya di sela-sela penanaman bibit.
Melalui keberadaan kebun toga ini, mahasiswa berharap setiap kepala keluarga tergerak untuk mereplikasi kebun serupa di pekarangan masing-masing. Upaya sederhana, tetapi terukur ini diharapkan dapat menekan pengeluaran biaya pengobatan warga, mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dari pemerintah, serta terus memberikan manfaat secara berkelanjutan meski masa pengabdian mahasiswa telah usai. []






