ALIANSI.id — Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati meluncurkan program “Ruang Aman Sahabat PII Wati” sekaligus menyiapkan para kader putrinya untuk menghadapi derasnya arus digitalisasi.
Peluncuran program tersebut mewarnai Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-62 Korps PII Wati yang terselenggara bersamaan dengan Rapat Pimpinan Nasional di Gedung Puspa Komdigi RI, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Sebagai langkah konkret dalam melindungi perempuan dan anak, Korps PII Wati menggagas “Ruang Aman Sahabat PII Wati” guna merespons berbagai persoalan sosial.
Melalui gerakan ini, organisasi tersebut menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian, khususnya Subdit Renakta (PPA) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, serta Madina Law Office.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pendampingan, edukasi, dan perlindungan hukum bagi masyarakat, khususnya terkait dengan kasus kekerasan hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Selain meluncurkan program perlindungan hukum, organisasi ini menaruh perhatian besar pada tantangan era modern.
Mengusung tema “Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, dan Menginspirasi Negeri”, Korps PII Wati mendorong seluruh kader putri agar adaptif terhadap arus digitalisasi dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Sejalan dengan tema tersebut, Ketua Koordinator Pusat Korps PII Wati, Melisa, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berkontribusi dalam dakwah pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan kemajuan bangsa.
Berkaitan dengan pemberdayaan, Melisa menekankan pentingnya kader untuk mengoptimalkan kemampuan diri guna menghadapi perubahan zaman.
“Tumbuh berdaya mengajarkan bahwa perempuan harus terus belajar, meningkatkan kapasitas, serta berani mengambil peran dalam perubahan zaman,” ujar Melisa di hadapan peserta dan undangan.
“Berdaya bukan berarti meninggalkan kodrat, melainkan mengoptimalisasikan potensi yang Allah karuniakan untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Melisa mengingatkan para kader agar menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritualitas sebelum turun memberdayakan orang lain.
Ia juga menguraikan filosofi logo Harlah Ke-62 yang terdiri atas elemen teratai, gelombang biru, dan bintang. Elemen-elemen itu menyimbolkan keteguhan, kelembutan, dan arah perjuangan PII Wati dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Suwandi, M.Si., turut hadir memeriahkan acara yang berlangsung sejak sore hari tersebut. Ia menyampaikan pidato kunci (keynote speech) sekaligus membuka acara secara resmi.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting lainnya, seperti Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PII, Amsal Alfian, dan Pembina PB PII, Madinatul Fadhilah, S.H. []






