ALIANSI.id — Muspika Zahara resmi memimpin Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himipol) Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026–2027 setelah terpilih sebagai Ketua Umum dalam Musyawarah Besar (Mubes) di Aula FISIP, Kampus Bukit Indah, Senin (31/7/2026). Mengusung visi pembaruan, Muspika berkomitmen mendorong budaya intelektual dan kepemimpinan mahasiswa yang kritis, kreatif, serta berintegritas di lingkungan kampus.
Pelaksanaan Mubes tersebut mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan: Meneguhkan Komitmen Kolektif Menuju Himpunan yang Kritis, Solutif, dan Kolaboratif”. Melalui tema ini, Mubes menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika Ilmu Politik untuk mengevaluasi, merenungkan, sekaligus menentukan arah baru perjalanan organisasi secara konsisten.
Ketua Panitia Mubes, Friska Fratiwi, menegaskan bahwa agenda ini merupakan forum strategis dalam pengambilan keputusan tertinggi organisasi, bukan sekadar agenda tahunan biasa.
“Mubes ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang demokrasi untuk menyusun ulang orientasi Himipol ke depan secara lebih terstruktur dan transparan,” ujarnya.
Selain menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), peserta Mubes secara mufakat mempercayakan kepemimpinan Himipol kepada Muspika Zahara. Dalam pidato perdananya, Muspika menegaskan tekadnya untuk menjadikan Himipol sebagai wadah yang inklusif dan produktif bagi seluruh mahasiswa Ilmu Politik.
“Saya ingin menciptakan lingkungan himpunan yang merangkul, mendukung, dan memberi ruang bagi setiap mahasiswa untuk berkembang, mendorong budaya intelektual dan kepemimpinan yang kritis, kreatif, serta berintegritas, serta menghadirkan program kerja yang relevan, kolaboratif, dan memberikan manfaat nyata,” kata Muspika.
Di samping memperkuat fondasi internal, Muspika berjanji membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Langkah tersebut mencakup sinergi di lingkungan internal kampus maupun hubungan strategis dengan berbagai elemen masyarakat dan organisasi eksternal.
Dukungan Sinergis Sivitas Akademika
Langkah pembaruan kepemimpinan ini menyedot perhatian dan dukungan penuh dari pimpinan program studi. Koordinator Prodi Ilmu Politik, Teuku Muzaffarsyah, S.I.P., M.A.P., menyambut hangat capaian ini dan menekankan pentingnya menyelaraskan keberadaan Himipol dengan peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) di tingkat prodi, fakultas, hingga universitas.
“Ketua terpilih memiliki peran strategis untuk mendorong mahasiswa agar lebih aktif dalam bidang akademik dan nonakademik,” ujar Teuku Muzaffarsyah.
Ia menaruh harapan besar agar keterlibatan kaum perempuan dalam struktur kepemimpinan organisasi terus berkembang, sejalan dengan cita-cita kepemimpinan inklusif yang senantiasa ia harapkan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FISIP Unimal, Dr. Taufik Abdullah, S.Ag., M.A., menggarisbawahi bahwa Mubes memegang peranan krusial sebagai kawah candradimuka kaderisasi kepemimpinan mahasiswa.
“Mubes bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan proses kaderisasi untuk melahirkan pemimpin organisasi yang berintegritas, berkapasitas intelektual, dan mampu membaca dinamika politik, sosial, serta perkembangan zaman. Regenerasi yang berkualitas akan menentukan arah organisasi sekaligus melahirkan budaya kepemimpinan yang demokratis, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan bersama,” ujar Dr. Taufik.
Menutup rangkaian acara, Dekan FISIP Unimal, Teuku Zulkarnaen, S.E., M.M., Ph.D., menyampaikan arahan kunci terkait dengan pentingnya menjaga hubungan harmonis dan koordinasi kelembagaan demi mewujudkan kemajuan bersama.
“Organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik harus mampu berkolaborasi serta menjalin komunikasi yang baik dengan Ketua Program Studi,” tegasnya. []






