ALIANSI.id — Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah meninjau langsung kesiapan Hunian Tetap (Huntap) Bhara Daksa Indah di Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis, 25 Juni 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana kawasan hunian telah siap menjelang peresmian oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dalam peninjauan tersebut, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memimpin pemeriksaan sejumlah unit rumah, fasilitas umum, dan berbagai infrastruktur pendukung yang kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Beliau mendapat dampingan dari Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, para pejabat utama Polda Aceh, serta Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Melalui pemantauan ini, pihak kepolisian ingin memastikan kawasan hunian tersebut benar-benar siap memberi manfaat bagi masyarakat penerima.
Kombes Pol. Joko Krisdiyanto yang turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen pimpinan Polda Aceh terkait kelayakan fasilitas ini.
“Kapolda Aceh ingin memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung Huntap Bhara Daksa Indah berada dalam kondisi optimal sehingga siap diresmikan oleh Kapolri sekaligus siap ditempati oleh masyarakat,” ujar Joko.
Lebih lanjut, Joko memaparkan bahwa pihak pengembang membangun Huntap Bhara Daksa Indah di atas lahan seluas sekitar enam hektare dengan target total 300 unit rumah permanen tipe 36. Kawasan hunian ini menjadi wujud kepedulian nyata Polri terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Tamiang agar mereka kembali memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan layak huni.
Mengenai proses pengerjaannya, Joko menambahkan bahwa tim di lapangan melaksanakan pembangunan Huntap ini secara bertahap.
“Pembangunan Huntap ini dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama telah dibangun 150 unit rumah yang terdiri atas 50 unit rumah Precast, 50 unit rumah Ruspin, dan 50 unit rumah kayu,” tuturnya.
Untuk memberikan variasi dan efisiensi, proyek ini menerapkan tiga metode arsitektur yang berbeda pada tahap awal. Pekerja menerapkan teknologi pracetak pada rumah Precast untuk mempercepat proses pembangunan, sementara sistem panel instan pada rumah Ruspin menawarkan struktur yang kokoh dan ekonomis, serta material kayu meranti berkualitas pada rumah kayu menjamin kenyamanan penghuni.
Mengenai perkembangan terkini, para pekerja telah menyelesaikan 100 persen pembangunan 50 unit rumah Precast dan 50 unit rumah Ruspin sehingga seluruhnya kini siap huni. Di sisi lain, tim konstruksi juga telah merampungkan seluruh rumah kayu yang sebagian besar unitnya sudah memasuki tahap siap pakai.
Sejalan dengan selesainya tahap pertama, para pekerja terus memacu pembangunan tahap berikutnya yang mencakup tambahan 150 unit rumah melalui metode konvensional dan Ruspin. Pihak kepolisian optimis pengerjaan ini akan berjalan sesuai target hingga mencapai total keseluruhan 300 unit hunian.
Di samping bangunan rumah, pihak pelaksana juga terus menyiapkan berbagai fasilitas pendukung atas arahan langsung Kapolda Aceh. Fasilitas tersebut meliputi pematangan lahan, pemasangan jaringan listrik, penyediaan 250 sambungan listrik bagi warga, pembangunan sarana air bersih, serta pembangunan jalan lingkungan yang memadai.
Guna memperkuat keamanan lingkungan permukiman, para pekerja saat ini juga tengah menggenjot pembangunan gapura kawasan dan tanggul penahan banjir. Upaya tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk tidak hanya menyediakan rumah, tetapi juga menghadirkan kawasan permukiman layak yang mampu mendukung kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.
Kombes Pol. Joko Krisdiyanto juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Huntap Bhara Daksa Indah ini merupakan buah dari sinergi kuat berbagai pihak. Dalam hal ini, Polres Aceh Tamiang berperan aktif memfasilitasi hibah lahan seluas enam hektare dari PTPN I Regional VI, sekaligus mendorong percepatan proses sertifikasi tanah dan bangunan demi memberikan kepastian hukum bagi warga.
Sebagai penutup, abituren Akabri 1994 tersebut menyampaikan harapan besar Korps Bhayangkara terhadap keberadaan kawasan hunian baru ini bagi masa depan masyarakat terdampar bencana.
“Huntap Bhara Daksa Indah menjadi simbol kehadiran negara dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Semoga kawasan ini menjadi awal baru bagi warga untuk menata kembali kehidupan yang lebih baik, aman, dan sejahtera, sekaligus menjadi kawasan hunian yang nyaman, tertata, dan berkelanjutan,” tutup Joko. []






