ALIANSI.id — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 14 UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe mendorong percepatan transaksi digital. Mereka mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung di Kampung Burni Bius Baru, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (7/8/2026). Para mahasiswa juga memetakan keberadaan serta potensi UMKM untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Darmawandi dan Eri selaku penanggung jawab kegiatan memimpin aksi pendataan tersebut bersama seluruh anggota kelompok. Mereka mendatangi pemukiman warga untuk mengidentifikasi jenis usaha yang dikelola masyarakat secara langsung.
Hasil pemetaan memberikan gambaran menyeluruh mengenai persebaran dan karakteristik usaha warga. Pendataan ini menjadi dasar utama dalam memberikan pendampingan secara tepat sasaran.
Para mahasiswa memandu pelaku usaha melewati setiap tahapan pendaftaran sistem pembayaran digital tersebut. Fasilitas nontunai ini memberikan alternatif transaksi yang modern, praktis, serta aman bagi masyarakat.
Inisiatif ini menegaskan komitmen pengabdian mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi untuk menguatkan perekonomian pedesaan. Data pemetaan UMKM kini menjadi acuan strategis dalam pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan.
Penggunaan QRIS secara konsisten akan memperluas jangkauan pasar pelaku usaha lokal. Langkah ini sekaligus menjamin kelancaran transaksi bisnis warga Kampung Burni Bius Baru. []






