Sosok  

Baidhawi: Kampus Harus Hadir dan Berdampak bagi Masyarakat

Avatar
Dr. Baidhawi, S.P., M.P., salah satu bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal)
Dr. Baidhawi, S.P., M.P., salah satu bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal). đź“·: Dok. Unimal News/Bustami Ibrahim

ALIANSI.id — Bakal calon rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026–2030, Dr. Baidhawi, S.P., M.P., membawa gagasan agar kampus tidak hanya berkembang dari sisi akademik, tetapi juga hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan latar belakang di bidang pertanian, Baidhawi melihat sektor pangan dan pertanian sebagai salah satu bidang penting untuk dikembangkan. Menurutnya, arah pengembangan kampus perlu sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam mendorong ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Kalau sekarang, kampus berdampak. Berdampak terhadap masyarakat secara luas, berdampak terhadap sosial, lingkungan,” kata Baidhawi dalam sebuah wawancara.

Baca juga :  Inovasi Smart Farming Melon Antar Abdul Hamid Raih Predikat Tokoh Pemuda Inspiratif

Ia mengatakan bahwa berbagai program yang sudah berjalan di Unimal perlu dipertahankan, sementara hal-hal yang belum tercapai harus terus ditingkatkan. Pengembangan kampus, menurutnya, harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Saya ingin melanjutkan apa yang sudah ada, kita pertahankan. Apa yang belum tercapai, kita tingkatkan,” ujar Dekan Fakultas Pertanian Unimal periode 2023–2027 ini.

Baidhawi juga menyoroti persoalan pertanian di Aceh, termasuk regenerasi petani. Ia menilai sektor pertanian perlu dipandang sebagai profesi yang memiliki masa depan, terutama untuk menarik minat generasi muda.

Baca juga :  Mengabdi Dua Tahun di Sabang, Bidan Rifa Tinggalkan Jejak Kebaikan

“Petani itu bukan pekerjaan. Itu yang mau kita ubah. Sektor pertanian, petani itu pekerjaan,” katanya.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pangan. Oleh karena itu, perhatian terhadap petani serta keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selain sektor pertanian, Baidhawi juga ingin Unimal semakin dekat dengan masyarakat di sekitar kampus. Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mengakses pendidikan tinggi.

“Kita ke depan kita kasih kesempatan. Mungkin kita jemput,” ujarnya.

Baca juga :  LPM Fakultas Hukum Unimal Bagikan 200 Paket Takjil kepada Pengendara dan Pejalan Kaki

Ia menilai bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan Unimal diharapkan tidak hanya dirasakan oleh sivitas akademika, tetapi juga oleh masyarakat di sekitar kampus.

“Minimal itu adalah sekitar kampus. Kita berharap karena memang prosesnya panjang, kita berharap bagian minimal itu bisa dirasakan,” kata Baidhawi.

Bagi Baidhawi, gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mengembangkan Unimal, mempertahankan capaian yang telah ada, sekaligus memperluas manfaat keberadaan kampus bagi masyarakat. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril