News  

Diskusi LPMH Unimal Dorong Pola Pikir Kritis dan Rasional Anak Muda

Avatar
Peserta menyimak pemaparan materi dalam program diskusi Ngopi Kritis (Ngotis) bertema "Transformasi Anak Muda Intelektual" yang digelar LPMH Universitas Malikussaleh di Mensa Volkcafe, Lhokseumawe
Peserta menyimak pemaparan materi dalam program diskusi Ngopi Kritis (Ngotis) bertema "Transformasi Anak Muda Intelektual" yang digelar LPMH Universitas Malikussaleh di Mensa Volkcafe, Lhokseumawe, Jumat (18/9/2026) malam. 📷: Dok. LPMH Unimal/Azri

ALIANSI.id — Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH) Universitas Malikussaleh (Unimal) mendorong generasi muda untuk membangun pola pikir kritis dan rasional melalui program Ngopi Kritis (Ngotis). Mengangkat tema “Transformasi Anak Muda Intelektual”, kegiatan ini berlangsung di Mensa Volkcafe, Lhokseumawe, Jumat (18/9/2026) malam.

Ketua LPMH Unimal, Ega Irvanda, menyampaikan bahwa penyelenggara menargetkan peserta tidak sekadar aktif menyuarakan pendapat, tetapi juga mampu menelaah persoalan dari berbagai sudut pandang. Melalui forum ini, ia mengajak anak muda membentuk nalar yang kritis, rasional, dan bertanggung jawab, sekaligus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian.

Baca juga :  58 Mahasiswa Unimal Ikuti Pra-Diklat Creative Minority di Kampus Bukit Indah

Sementara itu, Ketua Divisi Liputan LPMH, Dzikrillah Dzakwan Missyal, menguraikan bahwa panitia merancang Ngotis sebagai wadah mengobrol dan diskusi santai untuk membedah isu hukum, masalah kampus, dan persoalan sosial kemasyarakatan.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Himpunan Mahasiswa Magister Hukum Unimal, Muhammad Ardiansyah Putra SH, yang hadir sebagai pemateri mengupas tuntas urgensi nalar pemuda. Ia menekankan bahwa anak muda harus menggunakan pengetahuan mereka untuk memberikan manfaat nyata bagi negara.

Baca juga :  Lawan Bias di Era Digital, LPMH Unimal Bikin Mahasiswa Melek Media Lewat Pelatihan Jurnalistik

Lebih lanjut, Ardiansyah menjelaskan bahwa anak muda tidak sekadar menunjukkan intelektualitas melalui keberanian berdemonstrasi atau menyampaikan aspirasi secara fisik. Menurutnya, pemuda harus membuktikan kapasitas intelektualnya lewat keluwesan berpikir kritis dan kematangan bersikap.

Untuk menguji daya kritis peserta, Ardiansyah memantik diskusi dengan menanyakan implementasi nyata sila kelima Pancasila, yakni “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Naila, salah seorang peserta diskusi langsung merespons dengan menyatakan bahwa negara belum mewujudkan keadilan sosial tersebut secara utuh. Ia merujuk pada stigma masyarakat yang kerap menilai hukum di Indonesia tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Baca juga :  Babak Baru Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh: Dua Berkas P-21, Tersangka Resmi Jadi Tahanan Jaksa

Menanggapi pandangan kritis tersebut, Ardiansyah memberikan penegasan terkait dengan problematika penegakan hukum di Tanah Air. “Bukan hukum di Indonesia yang tumpul, tapi oknum aparatnya.”

Melalui rangkaian diskusi ini, LPMH Unimal ingin membuktikan bahwa esensi anak muda intelektual bukan bertumpu pada seberapa banyak pengetahuan yang mereka miliki, melainkan bagaimana mereka menggunakan ilmu tersebut untuk kemajuan bangsa. []

Penulis : Annisatul May
Editor : Redaksi