Sosok  

Heikal Ingin Riset Unimal Tak Berhenti di Kampus, Mahasiswa Disiapkan Punya Ruang Usaha

Avatar
Dr. Mohd Heikal, S.E., M.M., salah satu bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk periode 2026–2030
Dr. Mohd Heikal, S.E., M.M., salah satu bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) untuk periode 2026–2030. 📷: Ist.

ALIANSI.id — Bakal calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) periode 2026–2030, Dr. Mohd Heikal, S.E., M.M., ingin hasil riset dosen tidak berhenti sebagai penelitian semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan memberikan dampak bagi kampus maupun masyarakat.

Heikal menyebutkan bahwa salah satu program yang ingin ia dorong, jika mendapat amanah memimpin Unimal, adalah komersialisasi dan hilirisasi hasil riset dosen.

“Program yang pertama adalah komersialisasi. Komersialisasi ini terkait dengan hilirisasi hasil riset-riset tadi,” kata Heikal.

Menurutnya, Unimal memiliki banyak hasil penelitian yang berpotensi untuk dikembangkan. Ia mencontohkan riset mengenai garam berbasis IoT (Internet of Things) yang dinilai memiliki potensi pasar besar. Hal ini mengingat kebutuhan garam, terutama untuk industri dan farmasi, saat ini masih banyak dipenuhi melalui impor. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo terkait swasembada garam.

Baca juga :  Peusaka IX Himako di Tanah Gayo: Ajang Kekompakan dan Cerita Baru Mahasiswa Ilmu Komunikasi

“Ini dilakukan oleh kawan-kawan berdasarkan research. Bukan berdasarkan kebiasaan, tapi ini by research,” ujarnya.

Bagi Heikal, potensi tersebut perlu dicarikan pasarnya sehingga ke depan memiliki penjamin pembeli (offtaker). Dengan demikian, hasil penelitian dosen tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi juga masuk ke dunia usaha dan menghasilkan pendapatan bagi universitas.

Baca juga :  Ikabihils Goes To School di Empat Kecamatan, Sosialisasi PMB Universitas Malikussaleh hingga KIP Kuliah

“Makanya salah satu yang menjadi program unggulan saya itu hilirisasi,” katanya.

Tidak hanya mengenai riset, Heikal juga ingin mahasiswa yang telah memiliki usaha mendapatkan ruang untuk mengembangkan bisnisnya. Ia berencana membangun sebuah pusat kegiatan (hub) yang berfungsi sebagai inkubator bagi mahasiswa.

“Jadi hub itu satu tempat di mana mahasiswa bisa berkreasi di situ yang punya usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang sudah memiliki usaha maupun yang baru akan memulai bisnis, nantinya akan diberikan wadah untuk meningkatkan kapasitas. Konsep tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan dengan mempelajari perguruan tinggi lain yang telah memiliki inkubator bisnis.

Baca juga :  Akhiri Masa Kepengurusan, HIMA AP Unimal Tebar Kebahagiaan di SLB dan Panti Asuhan

“Kita kasih kesempatan teman-teman mahasiswa yang sudah punya usaha atau yang mau usaha. Jadi kita kasih wadah,” kata Heikal.

Menurut Heikal, pengembangan riset dan kewirausahaan mahasiswa merupakan bagian dari upaya menjadikan Unimal tidak sekadar tempat belajar, tetapi juga kampus yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril