Mahasiswa Desak Pemkab Aceh Timur Segera Perbaiki Jalan Rusak Kota Idi

Avatar
Kondisi jalan berlubang di kawasan pusat Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Kondisi jalan berlubang di kawasan pusat Kota Idi Rayeuk, Aceh Timur. 📷: Istimewa

ALIANSI.id — Mahasiswa mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur segera memperbaiki kerusakan jalan di pusat Kota Idi Rayeuk. Kondisi infrastruktur yang buruk tersebut semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

Kerusakan jalan berlubang mencakup kawasan lampu merah, Keude Idi, hingga persimpangan Terminal Bus Idi. Saat hujan turun, genangan air menyembunyikan lubang jalan sehingga pengendara sepeda motor kerap terjatuh.

Baca juga :  HIMAKO Unimal Gelar Webinar ‘Skincare’, Wadah Mahasiswa Berbagi Inspirasi dan Asah Kepercayaan Diri

Selain mengancam keselamatan, jalan rusak tersebut memicu kemacetan parah di area terminal dan pusat pasar. Masalah ini menghambat mata pencaharian pedagang, sopir angkutan, serta pengemudi becak.

Sehubungan dengan hal itu, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), Amriya Zanur, meminta pemerintah daerah bergerak cepat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur publik di kawasan vital harus menjadi prioritas utama.

Baca juga :  TRDMK X IMATAB-Aceh di Takengon: Satu Dekade Menjaga Solidaritas Mahasiswa Tanjungbalai

“Pemerintah daerah tidak boleh lamban menghadapi persoalan sepenting ini, karena kondisi jalan di pusat Kota Idi berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat sehari-hari dalam mencari nafkah. Jalan ini dilalui masyarakat setiap hari untuk berdagang, bekerja, dan menjalankan aktivitas ekonomi. Jika terus dibiarkan rusak, maka yang paling dirugikan adalah rakyat kecil,” ujar mahasiswa asal Idi Rayeuk ini.

Baca juga :  PII Lhokseumawe: Empat Pulau Aceh Masuk Sumut Ancam Kedaulatan Tanah Rencong

Hingga kini, warga setempat belum melihat langkah penanganan serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Oleh karena itu, masyarakat menuntut solusi permanen dan menolak perbaikan yang sekadar tambal sulam. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril