Bupati Aceh Utara Anugerahi PHE NSO Penghargaan atas Keberhasilan Konservasi Lanskap Cot Girek

Avatar
Asisten II Setdakab Aceh Utara M. Nasir, menyerahkan piagam penghargaan dari Bupati Aceh Utara kepada perwakilan PHE NSO saat peresmian Stasiun Penelitian dan Rehabilitasi Kehati Lanskap Cot Girek di Paya Bakong, Aceh Utara
Asisten II Setdakab Aceh Utara M. Nasir, menyerahkan piagam penghargaan dari Bupati Aceh Utara kepada perwakilan PHE NSO saat peresmian Stasiun Penelitian dan Rehabilitasi Kehati Lanskap Cot Girek di Paya Bakong, Aceh Utara, Kamis (20/8/2026). 📷: Dok. LPLHa/HO

ALIANSI.id — Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., menganugerahi piagam penghargaan kepada PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara memberikan apresiasi tersebut atas dukungan dan kontribusi berkelanjutan PHE NSO dalam mengelola keanekaragaman hayati di Lanskap Cot Girek.

Asisten II Setdakab Aceh Utara Bidang Ekonomi dan Pembangunan, M. Nasir, S.Sos., M.Si., menyerahkan langsung piagam bernomor resmi tertanggal 18 Agustus 2026 tersebut kepada perwakilan PHE NSO. Penyerahan penghargaan berlangsung dalam peresmian Stasiun Penelitian dan Rehabilitasi Keanekaragaman Hayati (Kehati) Lanskap Cot Girek di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Kamis (20/8/2026).

Baca juga :  PHE NSO Gelar Doa Bersama dan Santunan untuk 110 Anak Yatim di Lhokseumawe

Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan HAM (LPLHa) menyelenggarakan peresmian fasilitas konservasi tersebut sebagai wujud kolaborasi strategis bersama Pemkab Aceh Utara dan PHE NSO. Kehadiran stasiun penelitian ini menjadi pendorong penting dalam memperkuat perlindungan ekosistem, sekaligus membangun hubungan harmonis antara masyarakat lokal dan lingkungan hidup.

Sejumlah pejabat Pemkab Aceh Utara menghadiri acara tersebut, di antaranya Kepala Dinas Perkebunan beserta jajaran, Sekretaris Bappeda, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan, unsur Muspika Paya Bakong, serta aparatur Gampong Peureupok.

Selain itu, jajaran manajemen PHE NSO turut hadir dari tingkat pusat hingga daerah, seperti Manager Environment Regional 1 Ardyan Cahyo, Senior Analyst Environmental Sustainability Subholding Upstream Indachi Purada, Assistant Manager Environment Zona 1 Febi Mardianto, serta Superintendent HSSE Ops PHE NSO Andri Barlian beserta staf.

Baca juga :  Tingkatkan Kolaborasi, Field Manager PHE NSO Temui Danlanal dan Pj Wali Kota Lhokseumawe

Dalam sambutannya, Ardyan Cahyo menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi lintas sektor yang terjalin demi menjaga keseimbangan ekosistem. Ia menekankan pentingnya kerja sama multipihak untuk menekan potensi konflik antara satwa liar dan manusia di wilayah sekitar operasional perusahaan maupun permukiman.

“Kolaborasi ini menjadi kunci agar manusia dan satwa liar, terutama gajah sumatra, dapat hidup berdampingan secara damai,” ujar Ardyan.

PHE NSO bersama LPLHa telah mendampingi pengelolaan Lanskap Cot Girek sejak 2023 melalui program terpadu. Program tersebut meliputi patroli rutin, mitigasi konflik manusia dan satwa liar, pengembangan Biodiversity Center Camp, edukasi masyarakat, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga pemulihan ekosistem terdegradasi.

Baca juga :  Polisi Amankan AT, Suami Selebgram Aceh Pelaku Dugaan KDRT

Melalui integrasi program konservasi ini, para pihak terkait berhasil menekan angka konflik manusia dan satwa liar di wilayah Cot Girek hingga 34,4 persen sepanjang periode 2023 hingga 2025.

Peresmian Stasiun Penelitian dan Rehabilitasi Kehati Lanskap Cot Girek ini diharapkan menjadi pemantik baru bagi seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, lembaga swadaya masyarakat, dan warga sekitar kini menjadi modal utama untuk melindungi flora dan fauna endemik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril