ALIANSI.id — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke tiga kabupaten di Provinsi Aceh, yaitu Bireuen, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, Kamis (6/8/2026). Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau secara langsung progres rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur strategis, fasilitas umum, serta akses transportasi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran didampingi oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, di antaranya Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, dan Wakil Gubernur Aceh H. Fadlullah, beserta jajaran pejabat daerah setempat.
Mengawali agendanya di Kabupaten Bireuen sejak pagi, Wapres meninjau progres pembangunan Jembatan Kuta Blang di Kecamatan Kuta Blang dan Jembatan Teupin Mane di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli. Selain infrastruktur jalan dan jembatan, Wapres juga meninjau pelaksanaan program strategis nasional revitalisasi satuan pendidikan di SD Negeri 7 Jangka untuk memulihkan sarana pendukung pembelajaran yang layak dan aman.
Siang harinya, rombongan bertolak menuju Kabupaten Aceh Tengah menggunakan helikopter dan mendarat di Lapangan Sepak Bola SMP Negeri 30 Takengon, Kampung Lumut, Kecamatan Linge. Di lokasi ini, Wapres meninjau kondisi Jembatan Lumut serta melihat langsung bangunan SMP Negeri 30 Takengon sembari berdialog dengan pihak sekolah dan menyapa para siswa.
Memasuki sore hari, Wapres melanjutkan perjalanan udara menuju Kabupaten Gayo Lues. Setelah mendarat di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, rombongan menuju Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang. Wapres meninjau hasil rehabilitasi dan rekonstruksi Jembatan Kendawi yang menjadi jalur transportasi vital masyarakat setempat, sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa peninjauan infrastruktur di Aceh Tengah merupakan langkah nyata perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan serta perbaikan akses pascabencana.
“Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan yang dibutuhkan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata di Aceh,” ujar Joko.
Joko menambahkan bahwa pemulihan infrastruktur di Gayo Lues, khususnya Jembatan Kendawi, memegang peranan penting bagi mobilitas warga dan perekonomian daerah.
“Jembatan Kendawi memiliki peran strategis sebagai akses penghubung mobilitas masyarakat dan jalur distribusi logistik. Melalui kunjungan ini diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Secara terpisah, Joko juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mengawal percepatan rekonstruksi di wilayah terdampak.
“Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mengawal percepatan rekonstruksi infrastruktur strategis guna memulihkan konektivitas antardaerah pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Kabupaten Bireuen, Aceh,” pungkas Joko. []






