UIA Terjunkan 160 Mahasiswa KPM untuk Dampingi Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara dan Bireuen

Avatar
Ketua LPM UIA Dr (c) Malik Adharsyah Lc MA bersama jajaran pimpinan kampus melepas 160 mahasiswa dalam program KPM “UIA Seumeugleh” di halaman Masjid An Nabawy
Ketua LPM UIA Dr (c) Malik Adharsyah Lc MA bersama jajaran pimpinan kampus melepas 160 mahasiswa dalam program KPM “UIA Seumeugleh” di halaman Masjid An Nabawy, Kamis (5/2/2026). 📷: Dok. Humas UIA

ALIANSI.id — Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Islam Aceh (UIA) resmi menerjunkan 160 mahasiswa dalam program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bertajuk “UIA Seumeugleh”. Program ini difokuskan pada upaya pendampingan dan pemulihan bagi warga yang terdampak bencana banjir serta tanah longsor di wilayah Aceh Utara dan Bireuen.

Pelepasan mahasiswa dilakukan secara simbolis di halaman Masjid An Nabawy, Kampus UIA Paya Lipah, Kamis (5/2/2026). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPM UIA, Dr (c) Malik Adharsyah Lc MA, didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Dhiauddin MPd beserta jajaran supervisor.

Baca juga :  Anak Yatim Piatu Meninggal, Anggota DPRK Aceh Utara Sesalkan Lambannya Respons Baitul Mal

Dalam sambutannya, Malik Adharsyah menjelaskan bahwa para mahasiswa akan mengabdi selama dua bulan, terhitung mulai 5 Februari hingga 5 April 2026. Fokus utama kegiatan ini adalah membantu percepatan normalisasi kehidupan masyarakat setelah bencana alam melumpuhkan aktivitas warga di beberapa titik.

“KPM kali ini kita angkat tema ‘UIA Seumeugleh’ diambil sebagai bentuk komitmen kampus dalam aksi nyata pembersihan dan pemulihan lingkungan. Fokus utama kami kali ini adalah membantu masyarakat bangkit pascabencana banjir dan longsor yang sempat melumpuhkan aktivitas warga,” ujar Malik.

Baca juga :  Deputi Kemenko PMK: Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Menumbuhkan Inovasi Berbasis Potensi Daerah

Para mahasiswa akan disebar di sejumlah lokasi strategis yang memiliki tingkat dampak bencana cukup signifikan, antara lain di Kabupaten Bireuen (Kecamatan Simpang Mamplam, Peusangan, Jangka), Kabupaten Aceh Utara, serta sejumlah wilayah terdampak lainnya.

Selain melakukan aksi fisik seperti pembersihan fasilitas umum dan pemulihan infrastruktur skala kecil, para mahasiswa juga dibekali misi untuk memberikan pendampingan psikososial, bantuan administrasi di tingkat desa, hingga penguatan literasi mitigasi bencana.

Pemilihan lokasi pengabdian didasarkan pada kebutuhan mendesak warga setempat. Malik menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi nyata atas persoalan yang dihadapi masyarakat pascabencana.

Baca juga :  Siswa SLB Babul Huda Meurah Mulia Study Tour ke Museum Islam Samudera Pasai

“Kami ingin mahasiswa hadir sebagai pemberi solusi, bukan sekadar penonton. Pendampingan ini merupakan bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang menyentuh langsung aspek kemanusiaan,” pungkasnya.

Melalui program “UIA Seumeugleh”, pihak universitas berharap proses normalisasi kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat tercapai sebelum masa pengabdian berakhir pada April mendatang. []

Editor : Abe
Sumber : Ril