ALIANSI.id — Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Lhokseumawe resmi melantik pengurus di 14 komisariat se-Kota Lhokseumawe pada Kamis (5/3/2026). Momentum ini menandai kebangkitan organisasi setelah masa vakum selama lima tahun, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mencetak kader pemimpin masa depan yang progresif.
Keberhasilan reaktivasi organisasi ini diakui tidak lepas dari sinergi yang kuat dengan instansi pemerintah terkait. PD PII Lhokseumawe menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe atas dukungan penuh yang diberikan selama rangkaian kegiatan hingga prosesi pelantikan berjalan sukses.
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung Juang PII Lhokseumawe ini merupakan rangkaian penutup dari kegiatan Leadership Basic Training (LBT). Sebanyak 33 pelajar dari berbagai sekolah di lingkungan Kota Lhokseumawe resmi mengemban amanah sebagai pengurus di tingkat akar rumput.
Ketua Umum PD PII Lhokseumawe, Saiful Bahri, menegaskan bahwa pembentukan kembali 14 komisariat ini adalah buah dari kerja kolektif untuk menghidupkan kembali muruah gerakan pelajar Islam.
“Kami berharap, dengan dilantiknya pengurus komisariat ini, roda organisasi dapat berjalan aktif dan mampu menjadi wadah pembinaan serta perjuangan pelajar di sekolah masing-masing,” ujar Saiful Bahri dalam sambutannya.
Dengan struktur yang kini telah terbentuk di 14 sekolah, PD PII Lhokseumawe berkomitmen untuk menjadikan organisasi sebagai “kawah candradimuka” bagi para pelajar. Fokus utama ke depan adalah penguatan karakter kader yang berintegritas serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe dipandang sebagai modal penting dalam memperkuat gerakan pelajar yang progresif. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut guna memastikan pembinaan generasi muda di Lhokseumawe berjalan selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan keislaman.
Momentum pelantikan ini mencatatkan sejarah baru bagi PD PII Lhokseumawe dalam mengukuhkan kembali eksistensinya sebagai organisasi kader yang solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman. []






