ALIANSI.id — Lembaga kemanusiaan Islamic Relief menggandeng Baitul Mal Kota Lhokseumawe untuk menyalurkan bantuan aset modal kepada 300 Rumah Tangga penerima manfaat (Right Holders/RHs) di Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.
Program ini menyasar empat desa target, yaitu Desa Baloy, Desa Ulee Blang Mane, Desa Tunong, dan Desa Kuala.
Melalui skema Qardhul Hasan, setiap penerima manfaat akan mengantongi total dukungan modal senilai Rp9,5 juta. Angka tersebut terdiri atas aset dari Islamic Relief sebesar Rp6.500.000 dan kontribusi Baitul Mal Kota Lhokseumawe senilai Rp3.000.000 per penerima manfaat.
Sebelum melangkah ke fase transfer aset produktif tersebut, para calon penerima manfaat harus melewati rangkaian pendampingan berkelanjutan melalui Pendekatan Graduasi (Graduation Approach).
Tahapan persiapan ini mengemuka dalam kegiatan Self Help Group (SHG) Livelihood yang berlangsung di Meunasah Desa Baloy, Sabtu (5/9/2026) pukul 09.00 WIB.
Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Ustaz Dr. Damanhur, Lc., M.A., hadir langsung memberikan penguatan kapasitas kepada para peserta. Ia memaparkan materi krusial seputar aspek livelihood, strategi pengembangan usaha, pengelolaan ekonomi keluarga, hingga kesiapan teknis mengelola aset produktif.
Pendekatan Graduasi mengusung misi utama memperkuat kapasitas, ketahanan ekonomi, serta kemandirian warga penerima manfaat. Oleh karena itu, program ini tidak sekadar menyerahkan bantuan fisik, melainkan juga mengawal prosesnya melalui mekanisme Microfinance Syariah Distribution secara bertahap.
Sebelum sampai pada penandatanganan kesepakatan, petugas memulai alur program dengan mendata RHs serta memverifikasi dan memvalidasi data secara partisipatif. Petugas juga memberikan advokasi agar peserta terhubung dengan program perlindungan sosial (safety net) dari pemerintah.
Setelah itu, tim mendalami analisis profil RHs dan memetakan kelompok berdasarkan kondisi sosial-ekonomi, potensi, serta karakteristik usaha masing-masing.
Selanjutnya, para calon penerima manfaat mengikuti serangkaian pertemuan SHG secara intensif. Tahapan ini meliputi pembentukan kelompok, penyusunan aturan dasar, serta pembagian peran antaranggota.
Tidak hanya itu, pendamping program turut membekali warga dengan pelbagai keterampilan praktis, seperti pelatihan memasak makanan sehat, pengembangan food bank, home gardening, hingga penanaman budaya menabung.
Peserta juga mempelajari literasi keuangan, pengelolaan arus kas keluarga, pemahaman mekanisme Revolving Fund, serta pelatihan specific livelihood berbasis potensi usaha lokal yang diperkuat melalui kunjungan rumah (home visit).
Usai merampungkan seluruh pembekalan kapasitas, para calon penerima manfaat akan membuka rekening atas nama RHs dan menandatangani surat perjanjian (Letter of Agreement/LoA) yang memuat hak serta kewajiban peserta. Setelah proses administratif ini tuntas, barulah program secara resmi memasuki Fase Transfer Aset Qardhul Hasan.
Melalui pengawasan, pemantauan, dan evaluasi yang terukur, kolaborasi Islamic Relief dan Baitul Mal Kota Lhokseumawe ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong warga Lhokseumawe menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. []






