KSR PMI UIN SUNA Tanggapi Pro-Kontra Simulasi Penyanderaan Saat PBAK

Avatar
Anggota KSR PMI Unit 08 dan Menwa Sat 109/WSU foto bersama usai tampil pada PBAK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Anggota KSR PMI Unit 08 dan Menwa Sat 109/WSU foto bersama usai tampil pada PBAK UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Sabtu (5/9). πŸ“·: Dok. KSR PMI UIN SUNA/HO

ALIANSI.id β€” Penampilan kolaborasi Korps Sukarela (KSR PMI) Unit 08 dan Menwa Sat 109/WSU UIN Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe memicu beragam tanggapan netizen di media sosial.

Aksi drama perkelahian hingga penyanderaan yang berlangsung saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Kamis, 3 September 2026), viral setelah diunggah ke Instagram pada Sabtu (5/9/2026).

Pengelola acara mengemas sosialisasi unit kegiatan mahasiswa (UKM) tersebut dalam sebuah simulasi penanganan darurat. Kejadian bermula saat seorang anggota Menwa menyamar dan membaur di barisan mahasiswa baru.

Kemudian, pemeran tersebut mendadak berpura-pura menjadi korban penyanderaan dan mengalami aksi kekerasan, hingga memicu kepanikan serta teriakan histeris dari para peserta yang tidak menyadari bahwa aksi tersebut hanyalah rekayasa.

Baca juga :  KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Sulap Lahan Kosong Cot Iboih Jadi Kebun Toga

Melihat situasi yang dirancang seolah-olah gawat darurat tersebut, tim KSR PMI Unit 08 segera menerobos masuk ke area pertunjukan. Para anggota KSR langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.

Reaksi spontan dari para mahasiswa baru yang panik lantas membuat adegan simulasi ini terlihat sangat nyata.

Setelah rekaman video pertunjukan tersebut beredar di Instagram, netizen membanjiri kolom komentar dengan tanggapan yang beragam. Sebagian pengguna media sosial memuji konsep unik dan totalitas akting para pemeran.

Namun, tidak sedikit pula pengguna jalan maya yang melayangkan kritik keras terhadap adegan kekerasan yang ditampilkan di hadapan mahasiswa baru.

Baca juga :  Kapolres Aceh Tamiang Dukung Satgas PKH Restorasi Kebun Sawit Ilegal dalam Kawasan TNGL

Menanggapi kontroversi tersebut, Komandan KSR PMI Unit 08 UIN SUNA, Lufita Agnessa Helsinky, menegaskan bahwa timnya telah memprediksi munculnya riak di masyarakat sebelum menyajikan pertunjukan.

β€œDari awal kami sudah mempertimbangkan kalau nanti akan ada berbagai respons, baik yang positif maupun negatif. Jadi kami sudah siap dengan konsekuensi dari konsep yang kami bawakan. Yang terpenting, semua yang terlibat sudah memahami konsepnya dan kami bertanggung jawab atas apa yang kami tampilkan,” ujar Lufita dalam keterangannya, Senin (7/9).

Di samping dinamika respons publik tersebut, Lufita turut menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh jajaran KSR dan Menwa yang terlibat. Menurutnya, respons emosional penonton yang terbangun merupakan bukti keberhasilan persiapan matang yang dijalani timnya.

Baca juga :  Unimal Teken Kerja Sama dengan Jasa Raharja, Ini Tujuannya

β€œSaya bangga dengan kerja keras teman-teman. Mereka latihan dengan sungguh-sungguh dan benar-benar mempersiapkan perannya. Apa yang terlihat beberapa menit di panggung itu sebenarnya hasil dari latihan dan kerja sama yang sudah dilakukan sebelumnya,” tambahnya.

Atraksi kolaboratif antara KSR PMI Unit 08 dan Menwa Sat 109/WSU ini menjadi ragam pendekatan baru dalam mengenalkan organisasi kemahasiswaan pada PBAK UIN SUNA 2026. Pertunjukan ini menonjolkan kreativitas serta keharmonisan kerja sama antarlektur lembaga kemahasiswaan dalam menyajikan kegiatan orientasi kampus. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril