Aceh, News  

Prof Syamsul Rijal Apresiasi Laziskahmi, Dorong Terus Berkarya Menjadi Inspirator

Avatar
Penggagas Laziskahmi di Lhokseumawe, Lailan Fajri Saidina, bersama pengurus saat menyalurkan bantuan kepada penerima manfaat di Lhokseumawe. Foto: Ist.

Lhokseumawe | Aliansi.ID – Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Aceh, Prof Syamsul Rijal, memberikan atensi khusus terhadap kehadiran Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Kahmi (Laziskahmi) yang digagas anggota Majelis Daerah Kahmi Lhokseumawe-Aceh Utara sejak 2021 lalu.

Atensi tersebut diberikan guru besar filsafat Islam dari UIN Ar-Raniry ini menanggapi program bantuan kitab kuning untuk kelanjutan pendidikan bagi Santri miskin yang disalurkan Laziskahmi di Lhokseumawe, Jumat, 19 Januari 2024.

Prof Syamsul secara khusus mendorong Laziskahmi Lhokseumawe-Aceh Utara agar terus menjadi terdepan sebagai inspirator. “Selamat dan tahniah, urgent itu,” tulis Prof Syamsul melalui pesan whatsAppnya.

Baca juga :  Polisi Ungkap Kasus Kepemilikan Senjata Api Rakitan di Aceh Utara

Lebih lanjut Prof Syamsul menyebutkan bahwa program ini sangat tepat dan bijak untuk mempercepat proses pembelajaran Santri, terutama Santri yang keluarganya kurang mampu secara ekonomi.

“Membantu mereka dengan pengadaan Kitab pelajaran yang diperlukan adalah bentuk shadaqah jariyah yang perlu ditumbuh kembangkan,” kata alumni dayah MUDI Samalanga ini.

Ia menilai bahwa inisiatif Laziskahmi di Lhokseumawe yang digagas dan dirintis oleh Lailan Fajri Saidina bersama beberapa alumni lainnya itu bukan saja membelah kebodohan, tetapi juga menumbuhkan rasa peduli alumni HMI terhadap dunia pendidikan termasuk pendidikan dayah.

Baca juga :  Danrem Lilawangsa Dampingi Pangdam IM Ziarah ke Makam Sultan Malikussaleh

“Laziskahmi perlu didukung oleh data santri yang berkebutuhan khusus untuk dibantu sehingga memudahkan atensi para donatur,” sebutnya.

Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya Laziskahmi dideklarasikan secara informal pada 9 Mei 2021 silam bertepatan dengan 25 Ramadhan 1442 H dalam kegiatan santunan ‘pelukyatim’ di gedung Insan Cita, Jalan Prof Hasbi Assidiqi, Mon Geudong Lhokseumawe.

Sejumlah program yang diusung Laziskahmi yang sebagian diantaranya telah berjalan yaitu, bunda tangguh, beasiswa pelukyatim, tanggap bencana, save our school, baiti jannati, baperHMI, cilak RT, tabacita, serta tahfidzpreneur dan leader.

Kehadiran Laziskahmi diharapkan menjadi tonggak sejarah baru untuk merangsang kontribusi maksimal keluarga Kahmi pada sektor pemberdayaan Ummat, kemanusiaan dan keislaman melalui tindakan nyata dengan dilandasi spirit berkhidmat pada kemaslahatan.

Baca juga :  Pelantikan Pengurus Daerah Aceh Jaya, Ketua IPARI Aceh Ingatkan Penyuluh Jauhi Politik Praktis

“Harapannya jiwa filantropi sebagian besar alumni HMI bisa terkelola melalui Laziskahmi ini, sehingga bisa memberikan dampak jangka panjang dan meluas untuk kemaslahatan masyarakat secara langsung,” tutup ketua Laziskahmi Abdul Rahman Muis. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril