Menteri PANRB Masa Presiden SBY jadi Penguji Kehormatan Prodi IAN FISIP UIN Ar Raniry

Avatar
Menteri PANRB Masa Presiden SBY, Dr. Ir. Azwar Abubakar, menjadi Penguji Kehormatan pada ujian munaqasyah skripsi Almira Maghfirah, mahasiswi Prodi Ilmu Administrasi Negara (IAN) FISIP UIN Ar Raniry. Foto: Ist.

Banda Aceh | Aliansi.ID – Salah satu mahasiswi IAN, Almira Maghfirah mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya pada ujian munaqasyah skripsi Prodi Ilmu Administrasi Negara (IAN) FISIP UIN Ar Raniry di hadapan para penguji di Ruang Sidang FISIP UIN AR Raniry, Rabu, 10 Juli 2024.

Judul penelitian mahasiswi kelahiran Bireuen, 20 November 2002 itu adalah “Inovasi Pelayanan Pendaftaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Bireuen”.

Tim Pelaksana Munaqasyah adalah; Pembimbing I, Muhammad Thalal, Lc., M.Si., M.Ed., dan Pembimbing II, Dr. Taufik, M.Si. Adapun Penguji I Muazzinah, MPA. dan Penguji II, Zikrayanti, M.LIS.

Baca juga :  Puluhan Anak Yatim Terima Tabungan Orphan Sponsorship Program dari Islamic Relief Indonesia

Istimewanya, dalam sidang tersebut ada penguji kehormatan, Dr. Ir. Azwar Abubakar— mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia periode 2011-2014 (masa Presiden SBY) dan Penjabat Gubernur Aceh periode 2004-2005.

Dalam sidang itu, penguji kehormatan bertanya, “dari inovasi pada Disdukcapil Bireuen tersebut apa yang berubah terkait 3 hal yang ada dalam UU Pelayanan Publik, yaitu standar pelayanan, waktu pelayanan, dan biaya pelayanan?

“Misal perihal biaya bisa jadi tidak muncul, tetapi proses pelayanan tersebut butuh biaya. Bagaimana juga terkait dengan layanan digital. Sebagai contoh, di luar negeri hal data kita bisa peroleh dengan sangat mudah, yaitu digital, misalnya via hp,” tanya Dr. Azwar.

Baca juga :  Ratusan Warga Padati Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Lhokseumawe

Almira menjawab bahwa hal tersebut sudah ada dalam inovasi di Disdukcapil Kabupaten Bireuen. Disdukcapil Bireuen telah menciptakan berbagai inovasi pelayanan pendaftaran kependudukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan yang dibutuhkan.

Salah satu inovasi pendaftaran kependudukan yang telah diciptakan adalah soal Penertiban Administrasi Kependudukan Untuk Masyarakat Gampong (Pena Keu Masygam).

“Inovasi-inovasi yang telah diciptakan oleh Disdukcapil Kabupaten Bireuen memberikan perubahan positif bagi masyarakat dan juga pemerintah. Dengan adanya program-program tersebut masyarakat makin sadar akan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil serta masyarakat dapat lebih mudah untuk memiliki dokumen administrasi kependudukan tanpa menunda dengan alasan tertentu,” jawab mahasiswi itu.

Baca juga :  Tantawi: Pembangunan Bendungan Keureuto dan Rukoh Dorong Ketahanan Pangan di Aceh

Selanjutnya, terkait layanan digital, kita belum maksimal karena masih terdapat masyarakat yang tidak familier dengan penggunaan layanan digital.

Secara keseluruhan para penguji menilai bahwa skripsi ini sangat baik karena akan menjadi contoh bagi lembaga lain dalam menciptakan inovasi. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril