ALIANSI.id — Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) menginisiasi langkah nyata untuk membantu nelayan di Gampong Teupin Kuyun meningkatkan pendapatan melalui budi daya kepiting bakau. Perusahaan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 ini menanam 300 pohon mangrove dan menebar 700 bibit kepiting jenis Scylla Paramamosain di kawasan pesisir Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Melalui program Kelompok Kepiting Desa Unggul dan Reboisasi (Kenduri) ini, nelayan berpeluang meraup tambahan pendapatan sebesar Rp4.000.000 hingga Rp10.000.000 per siklus panen. Warga dapat memanen kepiting bakau tersebut dalam kurun waktu tiga sampai lima bulan dengan tingkat keberhasilan mencapai 60 hingga 80 persen.
Kehadiran program ini bertujuan memicu gairah masyarakat pesisir untuk mengembangkan potensi kelautan yang bernilai ekonomi tinggi. Alhasil, nelayan bukan lagi hanya mengandalkan hasil tangkapan di laut lepas, melainkan memiliki alternatif sumber penghasilan baru yang menjanjikan.
Melihat potensi tersebut, Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang demi memberikan dampak finansial yang nyata bagi masyarakat pesisir.
“Kepiting bakau memiliki nilai ekonomis serta banyak peminatnya, sehingga, selain menjaga ekosistem pesisir, program kami juga berupaya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Iwan dalam keterangan media, Rabu (17/6/2026).
Langkah strategis PHE NSO ini pun mendapatkan respons positif serta apresiasi tinggi dari pemerintah daerah setempat. Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Aceh Utara Samsul Rizal menilai bibit kepiting dan tanaman mangrove sebagai kesatuan ekosistem yang saling mendukung.
“Mangrove menjadi habitat alami bagi kepiting, sehingga pelestarian mangrove sangat penting untuk kelangsungan budi daya kepiting. Semoga ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Seunuddon dapat terus terjaga,” kata Samsul Rizal.
Selain membuka peluang cuan (keuntungan) yang melimpah, program lingkungan ini juga berfungsi vital untuk menangkal ancaman abrasi pantai. Kelestarian hutan mangrove secara otomatis menyediakan benteng alam sekaligus habitat yang aman bagi kelangsungan hidup berbagai biota laut. []






