Gali Sejarah Aceh, Mahasiswa UIA Gelar Kuliah Lapangan di Museum Bireuen

Avatar
Wakil Bupati Bireuen Ir Razuardi MT (tengah) memberikan pengarahan kepada mahasiswa UIA dalam kegiatan kuliah lapangan di Museum Perjuangan Kabupaten Bireuen
Wakil Bupati Bireuen Ir Razuardi MT (tengah) memberikan pengarahan kepada mahasiswa UIA dalam kegiatan kuliah lapangan di Museum Perjuangan Kabupaten Bireuen, Senin (8/6/2026). πŸ“·: Dok. Humas UIA

ALIANSI.id β€” Mahasiswa Universitas Islam Aceh (UIA) menggelar field education (kuliah lapangan) ke Museum Perjuangan Kabupaten Bireuen pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pemahaman mahasiswa mengenai rekam jejak sejarah perjuangan masyarakat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui observasi langsung.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bireuen Ir Razuardi MT, turut hadir memberikan pengarahan. Razuardi menekankan bahwa museum memiliki fungsi strategis sebagai ruang pembelajaran yang mampu membentuk karakter generasi muda, bukan sekadar tempat penyimpanan benda kuno.

Baca juga :  Pemkab Aceh Timur, UIA, dan Umuslim Sepakat Hadirkan Kampus Baru di Peureulak

β€œDi museum ini kita dapat melihat secara nyata jejak perjuangan para pendahulu. Dari sinilah lahir semangat untuk terus berkarya, berkontribusi, dan menjaga persatuan bangsa,” ujar Razuardi.

Muhammad Tasrif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen memandu langsung para mahasiswa selama di lokasi. Dosen UIA, Desi Safnita MSos, juga ikut mendampingi mahasiswa yang sedang mengamati berbagai koleksi dokumen, foto, serta artefak peninggalan sejarah yang menjadi basis informasi perjuangan di wilayah tersebut.

Baca juga :  UIA Bireuen Buka PMB Gelombang 2, Beri Keringanan SPP Mahasiswa Baru Korban Banjir

Dekan Fakultas Syariah UIA, M Iqbal Lc MAg, menyatakan dukungan penuhnya terhadap model pembelajaran di luar kampus. Iqbal menilai program ini tidak hanya membuka cakrawala dan wawasan baru bagi mahasiswa, tetapi juga merepresentasikan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

β€œFakultas mendukung penuh metode belajar luar kampus ini karena memberikan sumber informasi dan wawasan baru bagi mahasiswa secara empiris. Bagi dosen pendamping, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam poin pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi berbasis sejarah lokal,” kata Dekan.

Baca juga :  Prodi Magister PAI Universitas Islam Aceh Raih Akreditasi Baik Sekali dari LAMDIK

Melalui integrasi kuliah lapangan ini, UIA berupaya menerapkan metode pembelajaran yang sinkron antara teori akademik dan realitas historis guna memperkuat wawasan kebangsaan mahasiswa.

Perwakilan mahasiswa peserta kegiatan, Fuja Afiska dan Muhammad Qadafi, mengonfirmasi bahwa observasi langsung di museum memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dibandingkan dengan pembelajaran materi yang bersifat literatur di dalam ruang kelas. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril