Baitul Mal Aceh Lakukan Pendataan Wakaf Produktif di Aceh Utara

Avatar
Tim Pendataan Baitul Mal Aceh (BMA) bersama Baitul Mal dan Kankemenag Aceh Utara melakukan peninjauan lokasi Wakaf Produktif di Aceh Utara. Foto: Ist.

Lhoksukon | Infoacehutara.comBaitul Mal Aceh (BMA) melakukan pendataan wakaf produktif guna mengetahui potensi wakaf yang potensial diproduktifkan atau wakaf produktif yang memerlukan stimulus supaya lebih berkembang di Kabupaten Aceh Utara.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, Rakhmat Setiadi, melalui staf Data dan Informasi Sudadi, mengatakan setelah pendataan, BMA akan melakukan asesmen, baru kemudian ditetapkan sebagai lokasi/obyek wakaf produktif yang termasuk dalam Program Stimulus Wakaf Produktif (SWP) BMA tahun 2024.

Dari pendataan ini, kata dia, BMA dapat merumuskan pengertian wakaf produktif yang sesuai dengan kapasitas BMA untuk mengembangkannya. BMA akan memulai dari tahapan mana, strategi yang dipilih dan kemitraan yang dibangun dalam memproduktifkan tanah/aset wakaf di seluruh Aceh.

Baca juga :  BMA Gelar Pelatihan Strategi Implementasi Program Responsif Anak Berbasis Pemberdayaan Keluarga

“Dari pendataan ini juga, stimulus finansial setiap persil wakaf dapat dilakukan,” ujarnya, Rabu, 22 Mei 2024.

Lanjutnya, diperlukan pendataan wakaf yang belum terdata di gampong-gampong, untuk mendorong Nazhir mengurus Akta Ikrar Wakaf (AIW)/AIW Pengganti, dan Sertifikasi Wakaf.

“Untuk pengembangan wakaf produktif diperlukan peningkatan kapasitas Nazhir dan sinergi antara Baitul Mal, Kemenag, BWI, dan KUA. Hal utama yang diharapkan Nazhir di lapangan adalah modal atau dana untuk memproduktifkan tanah atau aset wakaf,” ungkapnya.

Dalam pendataan wakaf produktif di Aceh Utara, BMA mengutus Tim Pendataan, yakni Shafwan Bendadeh, Liza Diputri, Zahara Zain dan Ezizul Firman.

Baca juga :  22 Calon Anggota Baitul Mal Aceh Utara Lulus Ujian Tulis, Ini Dia Nama-namanya

Pendataan dilakukan 20-24 Mei 2024 dengan lokasi yang direkomendasikan oleh Kankemenag dan Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Aceh Utara, Sukri.

Lokasi yang ditinjau, yaitu Wakaf Meunasah Gampong Beurandang, Wakaf Meunasah Keude Bayu, Wakaf Masjid Mideun Syuhada Kecamatan Syamtalira Bayu, Wakaf Masjid Sultan Malikussaleh Desa Kuta Krueng Kecamatan Samudera, Wakaf Masjid Desa Lhok Jok Kecamatan Kuta Makmur, Dayah Baitul Yatama Al Qadri Kecamatan Nisam dan Dayah Al Huda Malikussaleh Kecamatan Muara Batu.

Menurut Tim Pendataan BMA, Shafwan Bendadeh, dari data yang ditinjau tim dapat diklasifikasi, wakaf terdiri dari wakaf dayah, wakaf masjid dan wakaf meunasah.

Adapun potensi wakaf produktif yang akan dikembangkan oleh dayah adalah peternakan ikan lele, peternakan kambing dan domba. Wakaf masjid seperti pengembangan tambak ikan bandeng dan udang vaname, usaha sarana koperasi, warung serba ada dan usaha kuliner.

Baca juga :  Tanggapi Pernyataan Kombatan GAM Tak Perlu Masuk Politik, Politisi Partai Aceh Ini Angkat Bicara

“Sementara wakaf meunasah akan mengembangkan usaha air kemasan,” ujar Shafwan.

Pendataan potensi Wakaf Produktif dilakukan tahun 2024, sedangkan verifikasi dan asesmen akan dilaksanakan pada tahapan berikutnya tahun 2025.

“BMA juga akan melaksanakan pembinaan melalui bimtek Nazhir. Verifikasi dan asesmen akan dilaksanakan setelah Nazhir mengajukan permohonan modal stimulus wakaf produktif setelah itu akan ditetapkan Nazhir penerima bantuan tersebut,” pungkas Shafwan. []

Editor : Amrizal Abe
Sumber : Ril