Rumah Merangkap Warkop di Seunuddon Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp130 Juta

Avatar
Kondisi bangunan rumah sekaligus warkop di Gampong Matang Lada, Seunuddon, Aceh Utara, yang ludes terbakar
Kondisi bangunan rumah sekaligus warkop di Gampong Matang Lada, Seunuddon, Aceh Utara, yang ludes terbakar pada Selasa (12/5/2026) dini hari. đź“·: Dok. Polres Aceh Utara

ALIANSI.id — Satu unit bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus warung kopi (warkop) di Gampong Matang Lada, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, ludes terbakar pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp130 juta.

Bangunan yang hangus terbakar tersebut merupakan milik Fahmi (38), warga setempat. Saat peristiwa terjadi, Fahmi sedang berada di tambak, sementara kakak korban, Nurazizah (32), tengah beristirahat di dalam rumah tersebut sendirian.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Seunuddon Iptu Edi Suparman menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, api pertama kali muncul dari bagian depan bangunan. Percikan api diduga kuat berasal dari meteran listrik akibat hubungan pendek arus listrik (korsleting).

Baca juga :  Presiden Kembalikan 4 Pulau Aceh, Tingkatkan Kepercayaan Publik pada Mualem dan Pusat

“Menurut keterangan saksi, saat terbangun ia melihat api sudah membesar dari arah depan warkop yang diduga berasal dari meteran listrik. Saksi kemudian menyelamatkan diri melalui pintu belakang dan meminta bantuan warga sekitar,” ujar Iptu Edi Suparman.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari menunggu bantuan armada pemadam kebakaran. Namun, material bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan sangat cepat melahap seluruh konstruksi beserta isinya.

Baca juga :  Kreator Konten Teuku Mail Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Utara

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar satu jam kemudian. Petugas segera melakukan upaya pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman padat tersebut.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Meski dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan sumber api secara akurat.

Terkait insiden ini, Iptu Edi Suparman mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik yang sudah tua atau tidak standar.

Baca juga :  DPW Anies Aceh Kukuhkan Pengurus DPD Aceh Utara

“Masyarakat diharapkan rutin memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, tidak menumpuk sambungan listrik secara berlebihan, serta memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman saat ditinggalkan,” tambahnya.

Selain itu, kepolisian juga mengingatkan warga untuk menyediakan alat pemadam api sederhana di lingkungan masing-masing dan segera melaporkan kepada petugas jika melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril