Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Rukoh untuk Dongkrak Produksi Beras Nasional

Avatar
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan saat mengikuti peresmian Bendungan Rukoh, Pidie, Jumat (10/7/2026). Bendungan ini diresmikan langsung secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto dari Lombok, NTB
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan saat mengikuti peresmian Bendungan Rukoh, Pidie, Jumat (10/7/2026). Bendungan ini diresmikan langsung secara virtual oleh Presiden Prabowo Subianto dari Lombok, NTB. 📷: Dok. Humas Polda Aceh

ALIANSI.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie secara virtual pada Jumat (10/7/2026). Peresmian ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur air demi mendongkrak ketahanan pangan nasional.

Pemerintah memproyeksikan infrastruktur senilai Rp9,79 triliun ini mampu meningkatkan produksi pertanian hingga satu juta ton beras per tahun. Bendungan tersebut akan menjamin ketersediaan air irigasi dan mengurangi risiko gagal tanam bagi petani.

Terkait peresmian itu, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menghadiri upacara peresmian tersebut di Gampong Alue, Kecamatan Titeue. Kehadiran Kapolda bersama jajaran unsur Forkopimda Aceh menunjukkan sinergi kuat dalam mendukung pembangunan nasional.

Baca juga :  Pj Bupati Aceh Utara Hadiri Rakor Penjabat Kepala Daerah, Ini Tujuh Arahan Presiden Jokowi

Selain Kapolda, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Hadi Susilo dan Sekda Aceh M. Nasir juga menghadiri acara tersebut. Rombongan pejabat langsung meninjau kondisi fisik Bendungan Rukoh setelah prosesi peresmian virtual selesai.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan untuk keberlanjutan pembangunan. Presiden mengingatkan bahwa pengelolaan air menjadi pilar utama kemandirian bangsa.

Baca juga :  Ditbinmas Polda Aceh Gelar Program "Saweu Sikula" di Pidie dan Pidie Jaya

“Pembangunan nasional merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan kerja keras, sumber daya, serta kesinambungan kepemimpinan.”

Selanjutnya, Presiden mengajak seluruh komponen masyarakat bersatu dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan. Persatuan tersebut akan menjadi fondasi utama untuk menghadapi tantangan pangan masa depan.

Efisiensi Devisa Negara

Di samping infrastruktur air, Kepala Negara juga menyoroti keberhasilan implementasi program bahan bakar nabati B50. Program ini diperkirakan menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun setiap tahunnya.

Baca juga :  Polda Aceh Raih Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo Subianto

Pemerintah akan mengalihkan penghematan anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Presiden juga meminta seluruh aparatur negara menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi.

Pada akhir pidatonya, Presiden menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap Program Makan Bergizi Gratis bagi generasi muda. Keberadaan Bendungan Rukoh kini resmi beroperasi untuk menyokong kebutuhan air dan meningkatkan kesejahteraan petani Aceh. []

Editor : Redaksi
Sumber : Ril