BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami usai Gempa M7,7 Guncang NTT

Avatar
BMKG merilis pemutakhiran peta potensi tsunami menyusul gempa yang terjadi baru-baru ini. Titik merah menandai pusat gempa, sementara wilayah berwarna kuning ditetapkan berstatus Waspada tsunami. Tetap tenang dan jauhi area pantai.
BMKG merilis pemutakhiran peta potensi tsunami menyusul gempa yang terjadi baru-baru ini. Titik merah menandai pusat gempa, sementara wilayah berwarna kuning ditetapkan berstatus Waspada tsunami. Tetap tenang dan jauhi area pantai. 📷: Tangkapan layar Instagram resmi @infobmkg

ALIANSI.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan tetap waspada.

“BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami atas peristiwa gempa bumi yang terjadi dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta mengikuti informasi resmi terkait dengan perkembangan gempa dan potensi gempa susulan,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Baca juga :  Angin Kencang Landa Pidie Jaya, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

Peringatan tersebut menyusul guncangan hebat yang terjadi pada pukul 04.58 WITA. BMKG mencatat pusat gempa berada di koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, tepatnya di utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. Getaran gempa bahkan terasa hingga ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Guncangan yang berlangsung cukup lama tersebut memicu kepanikan warga. Masyarakat langsung berhamburan keluar dari rumah dan gedung untuk menyelamatkan diri dari potensi gempa susulan.

Baca juga :  Tim DVI Pusdokkes Polri Identifikasi Korban Laka Sungai di Aceh Tenggara

Kepanikan meningkat di kawasan pesisir NTT. Sesaat setelah guncangan mereda, warga menyaksikan air laut surut secara drastis hingga dasar laut terlihat jelas.

Melihat fenomena yang menjadi pertanda awal tsunami tersebut, warga langsung berlari meninggalkan bibir pantai menuju area perbukitan dan dataran yang lebih tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus memantau pergerakan muka air laut dan aktivitas gempa susulan di sekitar lokasi kejadian. []

Penulis : Rahila Annaja
Editor : Redaksi